imamrasyidi

May 18, 2006

Buruh dan Ekonomi Biaya Tinggi

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 12:07 pm

Demo buruh masih terus berlangsung dan bahkan tidak mau kompromi dalam forum tripartit. Saya sendiri tidak begitu mengerti apakah memang upah buruh terlalu tinggi sehingga tidak menarik untuk investor yang mengandalkan tenaga kerja yang banyak untuk invest di Indonesia. Dikatakan di China bahwa upah buruh disana lebih tinggi tapi juga produktivitasnya lebih tinggi.

Sementara itu dari pihak buruh dan beberapa pihak yang lain berpendapat bahwa sumber dari ketidakkompetitifan kita sebagai negara adalah lebih karena ekonomi biaya tinggi yang disebabkan oleh korupsi. Yang saya denger sih di hampir semua sektor yang berhubungan dengan pemerintahan kayaknya penyakit ini belum berkurang.

Seandainya duit yang lari ke sektor gelap itu dipakai untuk membangun infrastruktur seperti jalan, listrik, telekomunikasi, transportasi umum dsb, mungkin ekonomi kita lebih sehat. Dengan demikian kalau pengusaha nggak bayar uang jago ke oknum birokrat, kalau pengusaha yang jahil (jahat) tidak dibiarkan berkeliaran oleh aparat penegak hukum, kalau proyek pemerintah nggak dimarkup dan kalau nggak ada kick back yang balik ke kantong pribadi mungkin kita bisa bersaing dengan China dan Vietnam bahkan Malaysia.

Saya rasa momen ini bisa dipakai oleh Esbeye untuk bersatu dengan buruh untuk memberantas kejadian diatas. Minta para buruh untuk ikut mengawasi penyelewengan seperti di atas dan tekan aparat penegak hukum yang berkolusi dengan penjahat berdasi tersebut. Saya yakin kalau Esbeye dan timnya bisa mengkomunikasikan ini dengan para buruh maka tahun 2009 bakalan kepilih lagi dan namanya akan diingat oleh generasi berikut dengan kenangan manis.

Kita dan Bush

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 4:04 am

Tadi pagi tanggal 2 Feb 05 George W. Bush membawakan pidato state of the union di depan kongres Amerika. Saya menyimak sedikit habis itu saya jadi sewot, kok belagu amat nih presiden. Dia bilang Iran itu negara tirani yang harus dirubah menjadi negara demokratis. Dia mengatakan itu dengan gayanya yang jumawa. Emang nih presiden ngeselin, saya terus terang lebih suka Bill Clinton yang cerdas dan lebih persuasif (tapi agak playboy) atau Tony Blair yang juga pinter dan bergaya profesor alias suka ngasih ceramah panjang lebar. George Wicked Bush ini memang mewakili orang Amerika konservatif yang maunya mau hantam aja.

Sebenarnya yang mau saya katakan adalah mendengar pidato Bush saya jadi merasa bahwa kita sebagai umat Islam adalah umat yang bargaining powernya kecil di dunia. Kita adalah umat yang kekuatannya lemah. Pertanyaannya kenapa demikian? Ada banyak perdebatan mengenai hal ini. Tapi saya cuma mau sharing pandangan pribadi. Nabi Muhammad memerlukan waktu 23 tahun untuk membuat agama Islam dari agama yang dilecehkan, umatnya dikejar-kejar, Nabi hampir terbunuh berkali-kali, ibunda Khadijah salah satunya penyebab wafatnya diceritakan karena kekurangan pangan karena Nabi dan klannya diboikot pangan selama 3 tahun. Menjadi agama mayoritas di Arabia, umatnya menikmati kejayaan yang mengagumkan dan Nabi sendiri menjadi pemimpin negara dan pemimpin pemerintahan yang sangat disegani. Jadi kesimpulan saya agama Islam adalah agama kesuksesan.

Setelah itupun agama Islam menjadi agama yang berjaya sampai berabad-abad lamanya dan umat Islam menikmati prestise luar biasa. Sekarang umat Islam adalah umat pinggiran yang daya tawarnya lemah. Menurut saya yang mencolok yang membedakan umat Islam saat ini dengan masa kejayaan dulu adalah bahwa saat ini umat Islam saling mendholimi satu dengan yang lain. Yang memiliki kekayaan, banyak diperoleh dari mengambil hak orang lain, yang memiliki kekuasaan, berbuat semena-mena. Yang memiliki ilmu, hanya memikirkan dirinya sendiri. Sehingga di negara-negara muslim banyak orang yang kaya yang memakan hak orang miskin, yang memiliki kekuasaan seolah-olah lebih berkuasa dari Tuhan, yang berilmu hanya berpikir bagaimana bisa lebih banyak menikmati dunia.

Menurut saya umat Islam berjaya karena kita melaksanakan ajaran dasarnya. Ada misalnya pejabat BUMN yang memiliki wewenang melaksanakan proyek trilyunan rupiah, eh dia bingung bagaimana membuat proyek ini bisa menghasilkan komisi ke kantong pribadi. Dan kejadian seperti ini saya rasa umum terjadi di negara kita.

Di jaman Nabi mungkin sulit menemukan orang korupsi tapi juga sulit menemukan orang yang miskin karena hak-hak mereka dijamin dan tidak ada orang yang mengambil hak mereka untuk memperkaya diri. Menurut saya ada korelasi yang tinggi antara banyaknya orang kaya yang duitnya diperoleh dari hasil nggak bener dengan banyaknya orang miskin di negara tersebut.

Waktu saya sekolah di Inggris tidak ada saya lihat orang cacat menjadi pengemis, yang ada adalah orang yang tidak memiliki keinginan untuk hidup yaitu para pemabuk yang mengemis untuk membeli alkohol. Dan orang yang tidak mampu mencari nafkah mendapat tunjangan dari pemerintah. Kalo kita sakit berobat gratis. Saya rasa pendidikan dasar juga terjangkau oleh semua orang.

Mungkin ada yang bilang, ya nggak mungkin di Indonesia seperti itu, saya rasa sih mungkin aja kalo hasil hutan, hasil perut bumi, hasil laut dan pajak yang dipungut nggak mampir ke kantong sendiri. Atau setidaknya rakyat kita tidak sesusah ini, Malaysia aja bisa kok. Padahal orang kita lebih pintar dari orang Malaysia tapi orang sana lebih bener dari orang sini. Secara teoritis kalo kita masyarakat yang mematuhi hukum dan bekerja keras pasti kita akan maju. Apalagi tambahannya kita dijanjikan kenikmatan akhirat sehingga pastilah kehebatannya akan lebih baik lagi.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King