Buruh dan Ekonomi Biaya Tinggi
Demo buruh masih terus berlangsung dan bahkan tidak mau kompromi dalam forum tripartit. Saya sendiri tidak begitu mengerti apakah memang upah buruh terlalu tinggi sehingga tidak menarik untuk investor yang mengandalkan tenaga kerja yang banyak untuk invest di Indonesia. Dikatakan di China bahwa upah buruh disana lebih tinggi tapi juga produktivitasnya lebih tinggi.
Sementara itu dari pihak buruh dan beberapa pihak yang lain berpendapat bahwa sumber dari ketidakkompetitifan kita sebagai negara adalah lebih karena ekonomi biaya tinggi yang disebabkan oleh korupsi. Yang saya denger sih di hampir semua sektor yang berhubungan dengan pemerintahan kayaknya penyakit ini belum berkurang.
Seandainya duit yang lari ke sektor gelap itu dipakai untuk membangun infrastruktur seperti jalan, listrik, telekomunikasi, transportasi umum dsb, mungkin ekonomi kita lebih sehat. Dengan demikian kalau pengusaha nggak bayar uang jago ke oknum birokrat, kalau pengusaha yang jahil (jahat) tidak dibiarkan berkeliaran oleh aparat penegak hukum, kalau proyek pemerintah nggak dimarkup dan kalau nggak ada kick back yang balik ke kantong pribadi mungkin kita bisa bersaing dengan China dan Vietnam bahkan Malaysia.
Saya rasa momen ini bisa dipakai oleh Esbeye untuk bersatu dengan buruh untuk memberantas kejadian diatas. Minta para buruh untuk ikut mengawasi penyelewengan seperti di atas dan tekan aparat penegak hukum yang berkolusi dengan penjahat berdasi tersebut. Saya yakin kalau Esbeye dan timnya bisa mengkomunikasikan ini dengan para buruh maka tahun 2009 bakalan kepilih lagi dan namanya akan diingat oleh generasi berikut dengan kenangan manis.