<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: FEUI dan Etika Bisnis</title>
	<link>http://imamrasyidi.blogsome.com/2006/05/23/feui-dan-etika-bisnis/</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 20:25:55 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: hendro</title>
		<link>http://imamrasyidi.blogsome.com/2006/05/23/feui-dan-etika-bisnis/#comment-4</link>
		<pubDate>Thu, 25 May 2006 14:48:20 +0100</pubDate>
		<guid>http://imamrasyidi.blogsome.com/2006/05/23/feui-dan-etika-bisnis/#comment-4</guid>
					<description>Mam,
Dengan orientasi materialisme yang kuat dan kultur korupsi yang sudah begitu merajalela di segala aspek kehidupan, pelajaran etika bisnis akan menjadi sebatas teori yang tidak akan ada penerapannya. Betul sebagai satu langkah akan membantu, tapi ya itu tadi hanya satu elemen necessary but not sufficient. Memang sulit kita mau mulai dari mana. Saya kok cenderung berpikir, saat ini kita membutuhkan sosok pemimpin kuat. Macam Margareth Thatcher di Inggris dulu yang bisa membalik keadaan menjadi lebih baik, meskipun serba konservatif. 

UI bisa melahirkan peraih Nobel? Amien. Sejauh fokus kembali menjadi universitas riset akan dijalankan. Tidak lagi terjerumus pada pragmatisme mengejar proyek-proyek buat para staffnya....
 

Imam:
Masalahnya pemimpin kuatnya siapa dan kapan datangnya? Jangan-jangan menungu Godot. Atau jangan2 kuatnya seperti Pak Harto. Apa kita mau lagi seperti itu. Mungkin kita-kita sendirilah yang berubah. Seperti antum yang pandai dan sholeh udah berada pada jalur yang benar dengan menuliskan kegelisahan antum untuk dibaca orang. Jadi intinya jangan mengharap dapat durian runtuh (pemimpin bener dan kuat), kita aja yang lebih kreatif berfikir dan bertindak dan agak sedikit berani mengambil risiko untuk kepentingan bangsa ini. </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Mam,<br />
Dengan orientasi materialisme yang kuat dan kultur korupsi yang sudah begitu merajalela di segala aspek kehidupan, pelajaran etika bisnis akan menjadi sebatas teori yang tidak akan ada penerapannya. Betul sebagai satu langkah akan membantu, tapi ya itu tadi hanya satu elemen necessary but not sufficient. Memang sulit kita mau mulai dari mana. Saya kok cenderung berpikir, saat ini kita membutuhkan sosok pemimpin kuat. Macam Margareth Thatcher di Inggris dulu yang bisa membalik keadaan menjadi lebih baik, meskipun serba konservatif. </p>
	<p>UI bisa melahirkan peraih Nobel? Amien. Sejauh fokus kembali menjadi universitas riset akan dijalankan. Tidak lagi terjerumus pada pragmatisme mengejar proyek-proyek buat para staffnya&#8230;.</p>
	<p>Imam:<br />
Masalahnya pemimpin kuatnya siapa dan kapan datangnya? Jangan-jangan menungu Godot. Atau jangan2 kuatnya seperti Pak Harto. Apa kita mau lagi seperti itu. Mungkin kita-kita sendirilah yang berubah. Seperti antum yang pandai dan sholeh udah berada pada jalur yang benar dengan menuliskan kegelisahan antum untuk dibaca orang. Jadi intinya jangan mengharap dapat durian runtuh (pemimpin bener dan kuat), kita aja yang lebih kreatif berfikir dan bertindak dan agak sedikit berani mengambil risiko untuk kepentingan bangsa ini.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
