imamrasyidi

June 29, 2006

susah sombong

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 9:24 am

Kalau kita pikir lebih teliti sebenarnya dalam hidup kita lebih banyak hal-hal yang kita anggap merupakan prestasi kita tetapi sebetulnya peranan keberuntungan lebih besar dari yang kita duga.

Keberuntungan yang paling mencolok mata adalah kalau seseorang dapat hadiah dari misalnya undian bank, bisa berupa mobil mahal, uang tunai dsb. Tentu saja kita akan mengatakan orang yang mendapatkan hadiah seperti ini adalah orang yang beruntung.

Keberuntungan pada derajat yang lebih susah adalah misalnya kita mendapatkan mertua yang kaya raya. Orang akan mengatakan kita beruntung juga. Walaupun biasanya kebentungan jenis ini memerlukan usaha yang lebih daripada keberuntungan dapat rezeki nomplok di seperti atas.

Keberuntungan berikutnya adalah kalau seseorang dapat pekerjaan atau karir yang memberikan penghasilan yang lebih tinggi daripada orang lainnya dengan kepandaian dan kerja keras yang sama dibandingkan teman-temannya. Banyak orang yang sedemikian beruntung sehingga dia masuk ke suatu industri yang sedang booming sehingga terjadi kelangkaan tenaga kerja sehingga akhirnya orang ini dibajak dengan gaji yang sedemikian besar.

Keberuntungan yang paling sukar dilihat adalah seseorang yang sedemikian sukses dengan bekerja keras baik dalam bisnis ataupun politik sehingga orang menganggap bahwa orang ini pantas mendapatkan kesuksesan yang dia dapatkan.

Orang seperti Bill Gates, Warren Buffet dan Michael Dell dianggap pantas memiliki kekayaan luar biasa seperti itu karena mereka bekerja keras dari sejak muda. Padahal kita lupa bahwa mereka memiliki bakat dan ketekunan sedemikian rupa yang tidak dimiliki banyak orang. Kalau kita terlusuri darimana asalnya bakat, tentu saja jawabannya bagi yang percaya adanya Tuhan akan mengatakan itu adalah karunia Tuhan. Dan dengan demikian lagi-lagi kita akan sebut sebagai keberuntungan karena diberikan gratis karunia seperti itu. 

Sebelum kita bicara mengenai kerja keras, mungkin ada baiknya kita sebut karunia yang lain dari Tuhan yaitu fokus. Orang-orang diatas adalah orang yang mampu memfokuskan sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan yang spesifik dan mereka lakukan dalam waktu yang sangat lama. Kemampuan seperti ini juga tidak dimiliki banyak orang, sehingga kita bisa katakan bahwa inipun karunia Tuhan.

Sedangkan untuk ketekunan dan kerja keras, mungkin tidak bisa dikatakan bahwa orang-orang tertentu memiliki bakat tekun dan bekerja keras. Disinilah mungkin peranan prestasi kita sebagai manusia ada sumbangsihnya. Itupun dengan proporsi yang saya rasa terlalu dibesar-besarkan.

Kalau sudah tahu seperti ini maka kita nggak pantas untuk sombong, karena kalau dirunut kita akan susah menerangkan bagaimana orang-orang tertentu memiliki bakat yangluar biasa dalam bidang tertentu.

Kalau buat yang percaya ada entitas maha sempurna, maka kita menyebut hal ini sebagai peranan Tuhan, buat yang tidak percaya biasanya menyebut sebagai keberuntungan atau koinsidensi yang belum dapat diterangkan.

Tulisan ini bukannya mengajak kita menjadi fatalis tetapi seperti Uwak saya bilang “lak won las poreper beybeh”.

 Tulisan ini ditulis sebelum Pak Buffet menghibahkan hampir seluruh kekayaannya untuk charity. Dia bilang dia bisa kaya karena kebetulan dia diberi bakat yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang.

June 7, 2006

Polisi Makan Rambutan

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 12:13 pm

Beberapa minggu lalu saya lihat polisi di mobil patroli yang berjalan lambat di bahu jalan di jalan tol Simatupang sekitar jam 9 pagi ke arah Bintaro makan rambutan dan sampahnya dibuang begitu saja ke jalan tol. Kemudian kalau nggak salah kemarin di Animal Planet saya lihat orang utan di hutan Kalimantan juga makan rambutan langsung dari pohonnya dan sampahnya tentu saja dibuang begitu saja ke lantai hutan. Jadi kesimpulannnya saya serahkan ke teman-teman yang baca email ini.

Saya sendiri nggak berani buang sampah karcis tol ke jalan tol, kecuali di pintu bayarnya ada tempat sampah disediakan. Bahkan bukan di jalan tolpun misalnya di jalan kampung, kebetulan rumah saya melewati jalan kampung, saya nggak berani buang sampah ke luar.

Jadi waktu melihat polisi itu, saya jengkelnya minta ampun. Sehinga banyak kontradiksi yang kita alami waktu berurusan dengan mereka. Di bawah ini beberapa kontradiksi tersebut:

  • Kalo hilang ayam lapor polisi jadi hilang kambing
  • Lebih senang melihat kita salah jalan daripada bener jalan
  • Kalo kita sedang nyetir ada polisi, malah jadi stress takut ditangkap
  • Kalau jalan sedang macet, polisi malah pada menghilang
  • Kalau mobil kita kecurian tapenya, malah mobilnya nggak bisa dipake, karena dijadikan barang bukti
  • Kalau kita naik motor mesti di jalur lambat, kalau mereka malah menyalahi aturan
  • Kalau meraka tidak sedang tugas dan di mobilnya ada stiker keluarga besar polisi, maka stiker ini seolah-olah menyatakan bahwa mereka memiliki “license to” menyalahi aturan lalu lintas
  • Kalau koruptor ditahan pasti dilayani dengan baik, soalnya duitnya banyak, coba maling ayam, dijamin babak belur

Inilah beberapa hal mengenai polisi kita. Tapi saya tentu saja yakin masih banyak polisi yang jujur.  

  • Yang bekerja pada saat panas menyengat dan hujan mengguyur.
  • Yang bekerja terkena polusi asap kendaraan.
  • Yang bekerja di hari libur lebaran dan natal sekalipun.
  • Yang bekerja mempertaruhkan nyawanya untuk mengejar penjahat bersenjata api.
  • Yang harus ngutang beli bensin untuk patroli
  • Yang harus tetap cool walaupun dicaci maki oleh para pendemo 
  • Yang dilempari batu oleh demonstran yang marah
  • Yang mesti menangkap penjahat kelas atas yang memiliki koneksi tingkat tinggi

Mohon maaf apabila ada yang menyinggung. Sebenarnya banyak orang yang mesti memperbaiki diri, bukan hanya polisi, tapi dimulai dari diri kita sendiri. Polisi hanya salah satu komponen dari masyarakat. Marilah kita merubah diri, untuk menjadi Indonesia baru.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King