imamrasyidi

June 7, 2006

Polisi Makan Rambutan

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 12:13 pm

Beberapa minggu lalu saya lihat polisi di mobil patroli yang berjalan lambat di bahu jalan di jalan tol Simatupang sekitar jam 9 pagi ke arah Bintaro makan rambutan dan sampahnya dibuang begitu saja ke jalan tol. Kemudian kalau nggak salah kemarin di Animal Planet saya lihat orang utan di hutan Kalimantan juga makan rambutan langsung dari pohonnya dan sampahnya tentu saja dibuang begitu saja ke lantai hutan. Jadi kesimpulannnya saya serahkan ke teman-teman yang baca email ini.

Saya sendiri nggak berani buang sampah karcis tol ke jalan tol, kecuali di pintu bayarnya ada tempat sampah disediakan. Bahkan bukan di jalan tolpun misalnya di jalan kampung, kebetulan rumah saya melewati jalan kampung, saya nggak berani buang sampah ke luar.

Jadi waktu melihat polisi itu, saya jengkelnya minta ampun. Sehinga banyak kontradiksi yang kita alami waktu berurusan dengan mereka. Di bawah ini beberapa kontradiksi tersebut:

  • Kalo hilang ayam lapor polisi jadi hilang kambing
  • Lebih senang melihat kita salah jalan daripada bener jalan
  • Kalo kita sedang nyetir ada polisi, malah jadi stress takut ditangkap
  • Kalau jalan sedang macet, polisi malah pada menghilang
  • Kalau mobil kita kecurian tapenya, malah mobilnya nggak bisa dipake, karena dijadikan barang bukti
  • Kalau kita naik motor mesti di jalur lambat, kalau mereka malah menyalahi aturan
  • Kalau meraka tidak sedang tugas dan di mobilnya ada stiker keluarga besar polisi, maka stiker ini seolah-olah menyatakan bahwa mereka memiliki “license to” menyalahi aturan lalu lintas
  • Kalau koruptor ditahan pasti dilayani dengan baik, soalnya duitnya banyak, coba maling ayam, dijamin babak belur

Inilah beberapa hal mengenai polisi kita. Tapi saya tentu saja yakin masih banyak polisi yang jujur.  

  • Yang bekerja pada saat panas menyengat dan hujan mengguyur.
  • Yang bekerja terkena polusi asap kendaraan.
  • Yang bekerja di hari libur lebaran dan natal sekalipun.
  • Yang bekerja mempertaruhkan nyawanya untuk mengejar penjahat bersenjata api.
  • Yang harus ngutang beli bensin untuk patroli
  • Yang harus tetap cool walaupun dicaci maki oleh para pendemo 
  • Yang dilempari batu oleh demonstran yang marah
  • Yang mesti menangkap penjahat kelas atas yang memiliki koneksi tingkat tinggi

Mohon maaf apabila ada yang menyinggung. Sebenarnya banyak orang yang mesti memperbaiki diri, bukan hanya polisi, tapi dimulai dari diri kita sendiri. Polisi hanya salah satu komponen dari masyarakat. Marilah kita merubah diri, untuk menjadi Indonesia baru.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King