imamrasyidi

June 23, 2007

Tuhan, Suharto dan Don Mafia

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 12:13 pm

Jeffrey Winters mengatakan bahwa Suharto mirip dengan Don Mafia karena Suharto mengidentikkan ketaatan kepada hukum dengan ketaatan kepadanya secara pribadi. Kita tahu dalam dunia permafiaan ketundukan dan loyalitas total adalah hukum tertinggi. Anggota mafia diuji dengan berbagai macam cara untuk melihat loyalitas anggota kepada bos tertingginya atau kalau nggak salah capo di capi.

Di era terakhir pemerintahan Suharto, orang yang tidak sependapat dengannya akan ditangkap, dipenjarakan atau paling tidak akan susah hidupnya. Tapi orang yang tunduk kepadanya akan diberi kesempatan dan fasilitas yang menggiurkan. Bahkan saat itu ada istilah AIDS alias aku ingin dekat Suharto. Orang yang tunduk kepadanya walaupun melakukan korupsi, menyalahgunakan jabatan dan  mengambil yang bukan haknya tidak akan diapa-apakan. Paling sial dipindahkan jadi duta besar. Sementara yang vocal akan dikucilkan, diberangus, dan dibungkam atas nama hukum ketertiban.

Saat ini tentu saja era Suharto telah lewat. Orang bisa bicara apa saja kecuali ada yang merasa nama baiknya dicemarkan. Tapi yang mengherankan saat ini masih banyak terjadi korupsi dan anehnya masyarakatpun cukup permisif terhadap aktivitas korupsi ini. Walaupun sudah jelas pegawai negeri gajinya tidak besar tapi masyarakat sangat menghormati pegawai negeri yang kekayaannya melimpah ruah. Demikian juga dengan pengusaha yang berkolusi dengan pegawai pemerintah untuk mendapatkan proyek-proyek pemerintah. Pada saat bersamaan orang-orang ini rajin beribadah secara ritual dan personal dan banyak menyumbang untuk berbagai macam keperluan dan aktivitas social.. Apa yang salah dengan keadaan ini.

Saya menduga salah satunya karena masyarakat kita dan terutama para koruptor soleh ini memperlakukan Tuhan seperti memperlakukan Suharto. Buat mereka Tuhan hanyalah Dzat yang mesti kita puaskan egonya layaknya seorang don mafia. Selama kita menunjukkan loyalitas dan ketundukan secara personal seperti seorang anggota mafia kepada donnya maka kita akan bisa melakukan apapun bahkan hal-hal yang merugikan mahluk lainnya. Yang namanya anggota mafia ya pekerjaannya melakukan pemerasan, pembunuhan, melindungi perjudian, perdagangan narkoba dsb. Kalau kita lihat di film Godfather, para Mafioso ini kok juga kelihatannya taat beragama secara ritual.

Ini sungguh ironis karena semua agama yang saya tahu melarang umatnya untuk menyakiti orang lain tanpa alasan yang jelas dan melarang umatnya untuk mencuri dan mengambil yang bukan haknya. Kalau begitu apa bedanya dong kita (terutama para koruptor itu) dengan anggota mafia? Silakan anda pikirkan sendiri jawabannya.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King