Antri
Suatu saat saya mengantri di ATM BCA di daerah Jakarta
Selatan. Rumah saya di Timur Jakarta sehingga saya
tidak familiar dengan ATM BCA disini.
Disini, ATM BCAnya ada 3 buah, 2 untuk tunai dan 1
untuk non tunai. Dengan keadaan ini maka ATM dijadikan
satu dalam satu bilik. Saya mengantri dengan berdiri
di luar bilik ATM. Mulanya saya sendirian, kemudian
datang pengantri yang kedua, seorang ibu muda. Wanita
ini berdiri di belakang saya. Setelah itu datang
seorang wanita juga, seorang ibu muda juga. Yang
membuat saya terkejut, orang ini langsung masuk ke
dalam dan berdiri di belakang salah satu orang yang
sedang menggunakan ATM tunai. Kemudian ada lagi satu
orang yang berbuat yang sama dengan orang ini.
Dengan sewot, saya juga masuk ke dalam bilik ATM dan
langsung mengantri di salah satu mesin ATM itu.
Demikian juga ibu muda yang mulanya mengantri di
belakang saya. Dia terlihat sama kesalnya dengan saya.
Tapi orang yang menyerobot tersebut terlihat seperti
tidak merasa bersalah.
Saya sungguh heran kok seperti itu ya. Seingat saya di
sekitar daerah saya tinggal ada 4 ATM BCA yang seperti
ini yaitu dalam satu bilik ada beberapa mesin ATM. Dan
setahu saya orang mengantri di luar bilik bukan
langsung masuk ke dalam bilik dan mengantri langsung
di depan mesin ATMnya.
Mengantri dalam satu baris dengan tujuan beberapa
counter saya rasa lebih adil daripada langsung
mengantri di counternya. Dengan cara ini orang yang
datang duluan sudah pasti akan dapat giliran terlayani
lebih dulu. Tapi rupanya masih banyak orang yang tidak
paham dengan hal ini.
Dulu memang di Indonesia orang tidak terbiasa
mengantri. Sekarang sudah jauh lebih baik, cuma
mungkin belum sepenuhnya budaya ini terserap dengan
baik. Seringkali memang kita harus bersabar dengan
banyak hal di Indonesia. Karena memang masyarakat
memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan budaya
modern, selain juga memang cuma sabar obat supaya kita
tidak stress berkepanjangan sambil terus berdoa dan
berbuat hal-hal kecil (kalau yang besar udah pasti
saya nggak sanggup) untuk merubah keadaan