imamrasyidi

December 8, 2007

Qurban dan Pengorbanan

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 4:23 am

Sebentar lagi kita akan merayakanhari raya Idul Adha
atau hari raya Qurban. Bagi yang mampu pada hari besar
ini di Indonesia akan menyembelih kambing, domba, sapi
atau kerbau. Dagingnya sebagian besar akan dibagikan
kepada yang tidak mampu.

Perintah Qurban ini dimulai pada Nabi Ibrahim yang
awalnya diminta menyembelih putranya Ismail. Tentu
saja Nabi Ibrahim gundah gulana bukan kepalang. Buat
seorang ayah, lebih baik mengorbankan nyawanya sendiri
daripada nyawa anaknya. Apalagi anak tersebut
merupakan anak kesayangan yang taat kepada orang tua
dan agama.

Pada saat Nabi Ibrahim sudah siap mengunuskan golok
untuk menyembelih Ismail, pada last minute Allah
memerintahkan Nabi Ibrahim mengganti Ismail dengan
seekor kambing. Dimana daging kambing ini dibagikan
kepada fakir miskin.

Menurut saya peristiwa ini sungguh menggambarkan
ketaatan luar biasa penuh dari seorang manusia kepada
Khaliknya. Perintah berkorban melebihi pengorbanan
nyawa sendiri adalah jauh di luar batas ketahanan
manusia biasa. Kecuali tentu saja bagi orang tua sakit
yang mengganggap anak hanya beban belaka.

Ketaatan kepada Sang Pencipta ini juga menemukan
bentuk yang relevan dengan manusia sebagai mahluk
sosial berupa qurban hewan ternak yang dagingnya
dibagikan kepada fakir miskin.

Hewan qurban ini bukan hewan yang dicemplungkan
hidup-hidup ke kawah gunung berapi, bukan pula hewan
hidup yang dilarung ke tengah laut, atau hewan hidup
yang dilepas ke hutan. Hewan yang diqurbankan adalah
hewan yang sehat yang disembelih dengan cara yang
efisien (agar sang hewan tidak sakit berkepanjangan),
dan dagingnya bukan untuk didiamkan mubazir, atau
ditaruh di tengah lapang agar dimakan burung bangkai
atau dikubur disuatu tempat yang dianggap angker, atau
dimasak dan dijadikan sesaji yang berakhir mubazir
atau dimasak dan dimakan dalam pesta sesama anggota
keluarga.

Daging hewan qurban ini sebagian besar dibagikan untuk
mereka yang kekurangan dan tidak bisa mengkonsumsi
makanan yang tidak terjangkau oleh kaum miskin.

Jadi tafsiran bebas saya dari peristiwa qurban ini
adalah bahwa peristiwa ini menggambarkan ketaatan
penuh kepada Sang Pencipta yang menemukan dimensi
kemanusiaaannya dalam bentuk pengorbanan untuk umat
manusia lainnya terutama kaum niskin dan tertindas.

Apabila ketaatan kepada Sang Pencipta tidak
menyebabkan perilaku yang positif bagi kemanusiaan
maka ada hal yang terputus dalam tindakan kita dari
ajaran dasar agama. Apalagi ada yang memperlihatkan
perilaku sangat agamis tetapi menganiaya hak orang
lain dengan mengambil yang bukan haknya. Saya tidak
mengerti dimana yang salah dari situasi ini. Apakah
orang ini mengganggap ketaatan kepada Tuhan tidak
berkaitan dengan kelakuannya sebagai mahluk sosial?
Atauakan yang lebih parah lagi adalah bahwa ketaatan
kepada Tuhan hanyalah bungkus untuk mencapai
kenikmatan duniawi dan atau melampiaskan nafsu
kekuasaan.

Peristiwa qurban ini seyogyanya mengilhami kita untuk
menjadi militan dalam menjalankan hidup sebagai
khalifah di bumi. Yang diminta dari kita bukanlah
nyawa kita atau bahkan nyawa anak kita. Yang diminta
adalah sebagian kekayaan kita baik yang berupa materi,
waktu atau perhatian untuk dialokasikan bagi mereka
yang tertindas dan kurang beruntung. Dan bukan
sebaliknya mengambil dari hak yang tertindas dan
beruntung seperti menyunat uang rakyat yang
diperuntukkan bagi pendidikan, kesehatan atau
infrastruktur sosial lainnya seperti listrik dan
jalan.

Peristiwa qurban juga mengajarkan kita untuk hanging
tough menghadapi godaan distraction dunia dan stick
dengan tujuan kita sebagai khalifah di bumi. Nabi
Ibrahim mengalami tekanan luar biasa dengan diminta
untuk mengorbankan anaknya. Sedangkan kita hanya
diminta untuk tidak berbuat yang merugikan orang lain
dan menyisihkan sebagian dari yang dikaruniakan kepada
kita untuk kemaslahatan umat manusia.

Militansi seperti inilah yang dimiliki oleh umat
generasi awal sehingga ketidakcintaannya kepada dunia
malah menjadikannya umat yang prestisius dan menjadi
super power dunia saat itu.

Saat ini ketaatan agama kita seringkali dikalahkan
oleh nafsu dan mempertuhankan materi. Sehingga tidak
heran cara apapun boleh dipakai selama bisa
meningkatkan kenikmatan duniawi dan ketaatan kepada
Tuhan hanyalah derivasi belaka. Karena itu banyak
kejadian koruptor bisa bolak-balik naik haji dan
bolak-balik korupsi.

Maka dengan ini marilah kita menghayati semangat
qurban agar paripurna peran kita sebagai mahluk yang
diturunkan ke muka bumi. Amiiiiin

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://imamrasyidi.blogsome.com/2007/12/08/qurban-dan-pengorbanan/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King