never cold call again
Judul buku ini langsung menarik perhatian saya ketika
saya datang ke toko buku. Buku ini terjemahan yang
aslinya tentu saja dalam bahasa Inggris tapi judulnya
tetap dipertahankan dalam bahasa Inggris dan tidak
dirubah ke dalam bahasa Indonesia. Mungkin tren saat
ini memang judul buku agar laku memakai bahasa Inggris
bahkan buku-buku yang ditulis dalam bahasa Indonesia.
Tapi pertimbangan lain bisa jadi memang cold call
bahasa baku di kalangan tenaga penjual (salesman),
sehingga kalau diterjemahkan jadi kehilangan maknanya
dan menjadi kurang dikenal.
Bagi yang tidak familiar dengan kata cold call kata
ini artinya adalah panggilan telepon yang dilakukan
tenaga penjual kepada calon klien yang tidak
dikenalnya. Darimana data calon klien diperoleh? Bisa
didapat dari buku telepon atau perusahaan penyedia
data seperti ini.
Kalau orang mendengar kata cold call memang
asosiasinya langsung kepada kegiatan yang membosankan
dan menyebalkan. Bahkan untuk tenaga penjual itu
sendiri.
Saya pernah bekerja di perusahaan dimana cold call
adalah kegiatan yang sudah rutin dan baku dilakukan
sehingga saya cukup tahu seluk beluk cold call ini
walaupun saya sendiri tidak melakukannya secara
langsung karena saya tidak pernah menjadi front line
salesman.
Saya tidak menyukai cold call karena biasanya orang
yang kita telepon akan merasa terganggu dengan telepon
dari orang yang tidak dikenal yang mencoba untuk
menjual sesuatu yang kemungkinan besar tidak
dibutuhkannya. Sementara sang salesman ini harus harus
melakukannya bahkan bisa mencapai 100 cold call dalam
sehari.
Buku ini berguna bukan hanya bagi orang yang bergerak
dalam bidang penjualan tetapi juga bagi pengusaha
kecil seperti saya.
Buku ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama
mengargumentasikan bahwa konsep cold call tidak
efektif apalagi dengan adanya kemajuan dalam bidang
informasi dengan lahirnya internet.
Bagian kedua membicarakan konsep self marketing yang
menurut pengarang lebih efektif daripada cold call.
Bagian ketiga dan terakhir membicarakan bagaimana
akhirnya menutup penjualan.
Bagian yang paling saya sukai dari buku ini adalah
bagian yang kedua. Alasannya karena pada bagian
pertama tanpa membaca buku inipun saya memang tidak
menyukai cold call. Bagian ketiga menurut pengalaman
saya bagian yang membahas hal yang lebih mudah untuk
dilakukan yaitu eksekusi penjualan.
Paling susah adalah memasarkan produk atau jasa anda
tanpa cold call tentunya. Dan yang menyenangkan buat
saya adalah ada hal-hal yang sudah saya lakukan yang
direkomendasikan buku ini, misalnya membuat web blog,
seperti yang sekarang anda baca.
Saya juga mendapat ide dari buku ini yaitu untuk
membuat seminar gratis. Hmmm mungkin saya akan
mencobanya. Kelihatannya ide ini cukup masuk akal.
Jadi bagi orang-orang yang bergerak dalam bidang
penjualan, bagi para pemilik usaha kecil bahkan
mungkin bagi para pengambil keputusan, saya
merekomendasikan buku ini untuk dibaca. Selamat
membaca dan semoga sukses.