Fokus
Kata ini kelihatannya mudah dipahami tapi kita tahu sukar utk dikerjakan. Selain dorongan manusia pada umumnya utk mendapatkan semuanya sekaligus juga krn seringkali kita tdk yakin dgn artinya.
Marilah saya beri contoh, teman saya pengusaha program computer sebelumnya juga membuat majalah remaja, bisnis dgn teman2 yg lain dalam bidang apapun yg kelihatannya menarik. Dari dulu saya bilang lebih baik dia focus saja ke bisnis program komputernya. Dia selalu beralasan bahwa bisnis2 yg lainnya tsb memiliki potensi tinggi. Tapi terbukti yg telah memberikan penghidupan yg layak utk teman ini adalah bisnis program komputernya. Saya tdk pernah bosan utk bilang kpd dia utk focus, bahkan ketika saya masih bekerja dan belum berwiraswasta.
Akhirnya dia sadari bahwa yg saya nasehatkan memang benar. Berkali-kali bisnisnya yg lain-lain hanya membuat kantongnya bolong. Akhirnya dia sekarang hanya berbisnis program computer. Dari sini persoalan belum selesai. Dia bilang berkali-kali dia mengerjakan program computer utk perusahaan property terutama apartment dan mall dan akhirnya dia menjadi perusahaan no2 di di bidang system utk apartment dan mall sedangkan yg no1 adalah perusahaan asing yg berasal dr Malaysia.
Suatu hr dia menelepon sy dan mengajak berbincang-bincang spt biasa kita lakukan apabila sudah lama akan saling menelpon. Dia bilang bisnis system utk apartment dan mallnya menurun drastic krn dampak krisis di Amerika dan dia sedang memikirkan utk masuk membuat software akunting utk perusahaan UKM. Saya bilang sebaiknya dia pertimbangkan masak-masak. Setahu saya sudah banyak perusahaan software spt ini di pasaran. Dia harus bisa memberikan value proposition yg meyakinkan utk membuat perusahaan2 UKM beralih ke software yg dia buat atau perusahaan2 UKM yg belum memiliki software utk memilih produk yg dia buat. Sepertinya pertanyaan sy tdk bisa dia jawab dgn baik dan akhirnya sy sarankan utk tetap hanya focus di system utk apartment dan mall. Kondisi sekarang harus disiasati dgn baik, mungkin dgn mengurangi jam kerja atau kalau perlu dirumahkan sementara dan digaji pokok saja atau digaji spt biasa krn pegawainya bisa kabur, yah berarti dia mesti merelakan
utk menyuntik dana ke usahanya dan sy kira dia mampu krn sptnya asetnya cukup banyak dr hasil usaha program komputernya ini.
Dia sptnya panic dgn situasi yg dihadapinya seolah-olah krisis yg dialami oleh sector yg digeluti akan berlangsung seumur hidupnya. Seringkali emosi manusia menyebabkan apa yg dihadapinya saat ini baik buruk ataupun menyenangkan akan berlangsung terus tanpa berakhir. Ini menyebabkan tindakan yg kita ambil menjadi ngawur, tdk terarah dan berjangka pendek.
Saya tdk tahu saat ini apa dia meneruskan apa yg dikatakan kpd saya utk membuat software UKM atau malah membuat software lainnya. Sebagai teman saya akan menahan diri utk tdk sok tahu apalagi memaksa walaupun kadang2 kita menjadi gregetan dan rada sewot. Apabila saya ngotot situsasinya malah menjadi tdk produktif dan malah teman sy akan menjadi defensive dan hubungan menjadi agak terganggu. Saya belajar utk sabar dan pasrah saja. Sungguh tdk enak kalau kita bisa prediksikan bahwa teman kita akan menderita rugi tapi kita tdk bisa berbuat apa2 dan malah teman ini menyalahkan kita. Dalam hidup memang banyak yg tdk bisa kita kendalikan.
Menghadapi keadaan spt ini biasanya sy akan bersikap menghindar dulu utk membicarakan hal2 yg menyangkut perbedaan pendapat ttg bisnis yg digeluti teman saya ini. Biasanya memang sy akan menetralkan suasana dulu dan menunggu saja. Apabila perasaan sudah bisa kita kendalikan maka biasanya saya tdk akan menyinggung bisnis teman saya ini dan hanya membicarkan yg umum2 saja. Dan akhirnya temen saya ini akan kembali membicarakan bisnisnya dgn saya. Maka saya mulai lagi melatih kesabaran sy mendengarkan apa yg dikemukakannya sampai suatu titik saya bosan dan bilang pendapat saya tdk berubah, apabila dia tetep mencari justifikasi dr saya maka saya akan berusaha sopan dan mungkin terdengar bosan dan berusaha mencari pembicaraan lain dan akhirnya pembicaraan akan berakhir dgn antiklimaks tapi persahabatan tetap in tact.
Ada beberapa teman yg sering berdiskusi dgn saya tentang bisnis mereka dan kebanyakan saya merasa mereka tdk focus dgn apa yg dikerjakannya. Saya sering berpikir mungkin orang tdk mendengar apa yg saya katakan krn saya sendiri belum sukses menjadi pengusaha walaupun saat ini saya merasa telah on track dgn apa yg saya lakukan dan jelas ada perbaikan dalam bisnis yg saya geluti. Tapi memang ukuran2 kesuksesan yg umum belum saya dapatkan malah bisa dikatakan apabila dibandingkan dgn penghasilan saya tujuh tahun lalu sebagai pegawai, maka penghasilan saya saat ini masih agak jauh dibawahnya. Dan saya prediksikan bahwa dalam lima sampai 10 tahun kemuka usaha kami tdk akan mengalami pertumbuhan dahsyat krn kami hampir2 menciptakan system dr nol dan juga tdk bisa mencontoh dr perusahaan sejenis yg hampir tdk ada. Baru setelah itu dimana system sudah in place maka pertumbuhan usaha kami akan benar2 melejit, insya Allah. Dan pada saat itu teman2 sy ini
kemungkinan sudah agak terlambat menyadari kekeliruannya (yakin amat ya?, menurut saya keyakinan membuat hidup menjadi terarah, konsisten, tabah dan sabar. Kalau nggak berhasil juga, pasrahkan aja sama Yang Kuasa, jadi orang beragama memang lebih mudah menjalani hidup).
Fokus memang menjadi kata2 yg sering diungkapkan tetapi manakala kita mau melaksanakannya maka akan timbul persoalan dgn interpretasinya bahkan bagi orang yg ingin dgn disiplin utk melaksanakannya. Seperti teman saya ini, dia bilang akhirnya dia mau focus saja di bisnis program computer, Yg menjadi persoalan adalah seberapa focus? Apakah dengan mengerjakan program UKM masih dianggap focus, toh masih di bisnis program computer. Apakah dengan mengerjakan program UKM ini menjadi tdk focus krn dia telah mendapatkan niche market program apartment dan mall.
Saya berpendapat dia seharusnya focus hanya mengerjakan program apartment dan mall krn dia telah menjadi no.2. Kalaupun dia mau menaikkan omzetnya, jadilah no1 dan bukan hanya no2. Bisa juga dengan menambah fitur programnya sehingga dia bisa menaikkan harga jualnya. Yg lainnya bisa juga dengan membuat versi murahnya utk developer dan mall yg kecil2. Bisa juga masuk ke developer perumahan dll. Dengan cara ini dia menjadi tdk terkalahkan di bidang ini. Kalau sudah spt ini maka dia bisa masuk ke Negara asing dan menjadi perusahaan regional dan mungkin di usia teman saya 80 tahun (kalau masih bernafas) perusahaanya bisa menjadi perusahaan global dan masuk Fortune 500. Inilah focus yg sy maksudkan.
Sebenarnya focus bisa diterapkan juga dalam hidup sehari-hari, Tapi saya persilakan anda menafsirkannya sendiri krn ini menyangkut suatu hal yg mungkin lebih kompleks dan kalau saya bicarakan ini jangan2 saya tdk menjadi teman anda lagi, padahal teman adalah harta saya yg sangat berharga. Bagaimana dgn anda, apakah saya ada harganya di mata anda?