Diplomasi Senyum
Hillary Clinton akhirnya datang ke Indonesia. Sejak dia turun dr pesawat dan kapanpun tertangkap kamera televisi, dia terus menebarkan senyum. Saya jadi ingat lebaran Idul Fitri. Dimana seharian kita tersenyum, sampai2 gigi terasa kering dan pipi rasanya mau kram. Tapi mungkin selama perjalanan pesawat dia udah latihan senyum dulu. Atau jgn2 setelah tahu dia ditunjuk oleh Presiden Obama jadi Menlu dia langsung latihan senyum. Mungkin dia tahu, suatu saat dia akan ditugaskan oleh Obama utk akan datang ke Indonesia, tempat Obama menghabiskan sebagian masa kecilnya. Dan pada saat itu, dia sudah siap senyum duaharian terus menerus.
Sebenarnya saya sangat tidak menyangka bahwa Hillary akan senyum terus menerus spt itu. Ini benar2 senyum utk Indonesia. Saya melihat Hillary sebagai org yg serius, dingin, keras dan berhati baja. Sangat kontras dgn suaminya Bill Clinton yg hangat (dan menghangatkan), senang berada di sekitar banyak orang, easy going dan cukup gaul. Walaupun demikian pada saat yg bersamaan Hillary adalah seorang yg tabah, pemaaf, sangat concern dgn kesejahteraan rakyat, dan ternyata bisa tersenyum.
Saya cukup mengagumi Hillary. Sebenarnya sih dari dulu saya mengagumi wanita2 yg cerdas, mandiri dan kuat (bukan fisiknya). Walaupun baru kemudian saya tahu bahwa kagum lain dengan cinta apalagi jodoh. Jodoh lebih dr sekedar kagum bahkan cinta. Jodoh jauh lebih misterius dr cinta apalagi kagum. Jodoh juga tdk bisa di-taken for granted. Jodoh mesti dipupuk, dipelihara, disiangi dan disiram. Kalau kita cukup rajin melakukan hal tsb, maka kemungkinan besar kita akan sering mengalami panen. Dan panen ini bisa jadi modal utk kita berkarya di muka bumi dan berbagi dgn sesama. Ck ck ck, kadang2 Imam bisa juga jadi penasihat perkawinan.
Terakhir dia kesini, sy ingat sekali fotonya dengan posisi berdiri menghadap sungai Ciliwung di dekat Kampung Melayu, sesudah RS Hermina dr arah Cawang ke Salemba. Dia berdiri sambil menghadap sungai dgn mata spt terarah ke rumah2 kumuh di pinggir sungai. Dia spt berpikir keras, tepekur dicampur dgn prihatin dan rasa kemanusiaan. Foto ini terus melekat di kepala saya apabila sy melihat wajah Hillary di layar TV atau media lainnya. Saya rasa pose ini tdk dibuat-buat. Saya percaya dgn ketulusannya. Dari sini saya akan terus mengenang wanita yg keras tapi berhati lembut ini.
Sebenarnya saya mulanya menginginkan Hillary jadi presiden USA, tapi ternyata secara tdk terduga Obama menyeruak ke permukaan dan akhirnya bisa mengalahkannya dalam kompetisi kursi kepresidenan USA. Memang diperlukan org sekelas Obama utk bisa mengalahkan Hillary. Seandainya Obama tdk timbul dan Hillary mesti bertarung dgn McCain, udah pasti sy akan menjagokan Hillary.
Hillary membuktikan bahwa wanita bisa tegas, tegar, bermental baja, mandiri, cerdas, kapabel dan sekaligus berhati lembut dan berperhatian pada kaum yg lemah. Dia mampu memaafkan suaminya yg jelas2 berbohong ttg selingkuhnya dan lebih mementingkan utk melihat ke depan dan mengorbankan perasaannya agar mampu menyumbangkan dirinya utk negaranya. Kualitas spt ini jarang dimiliki oleh baik wanita ataupun pria.
Waktu beberapa hr yg lalu dia di Jakarta, tidak lupa pula dia datang ke daerah kumuh dgn rumah2 beratap dan berdinding seng. Dan lagi2 tdk lupa dia juga menebarkan senyum Indonesianya. Saya sungguh merasa tergugah. Bukan semata-mata oleh senyumnya tapi kepada perhatiannya thd yg lemah dan korban kekerasan. Pada waktu jamuan makan malam di gedung arsip negara saya lihat Suciwati Munir termasuk salah satu yg diundang utk makan malam bersamanya.
Melihat Hillary demikian perhatian thd rakyat lemah dlm tiap kunjungannya ke Indonesia seharusnya kita merasa tergugah utk juga memikirkan nasib saudara2 kita yg lemah. Org asing aja bisa spt itu thd rakyat Indonesia, lha kok kita mikirin saudara kita setahun sekali aja mestinya bisa dong. Kalaupun nggak setahun sekali, ya lima thn sekali. Yaitu dengan memilih wakil2 kita dgn cermat dan penuh perhitungan. Jgn dipilih yg cuma memperkaya diri sendiri dan keluarganya dan rekan2 separtainya. Liat juga track recordnya. Kalau dia sebelum jadi anggota dewan punya mobil aja nggak, setelah jadi anggota dewan mobilnya Jaguar terbaru, ya udah pasti dr mana lagi.
Kita juga mesti mempengaruhi saudara2 kita, teman kita, tetangga kita, supir taksi, satpam di komplek rumah kita. Pokoknya siapapun yg bisa kita pengaruhi. Tentu saja dgn cara yg elegan dan persuasif. Saya sudah coba lakukan ini. Saya tdk mengajak mereka mencoblos org atau partai tertentu. Saya mengajak mereka utk mencoblos siapapun org bener dr partai apapun pilihan mereka. Sejauh ini baru spt itu yg bisa saya lakukan. Tapi paling tidak sy udah mencoba berbuat sesuatu. Saya juga sudah mencoba nyumbang kecil2an ke partai dan caleg yg sptnya bener. Dan sy masih merencanakan utk menyumbang lagi. Jadi dgn cara ini mudah2an keadaan bisa berubah. Kalau bukan kita2 siapa lagi yg akan merubah Indonesia, nggak mungkin ngarepin Hillary Clinton yg, kata org Betawi bilang, sebeduk sekali datang ke Indonesia.