imamrasyidi

February 23, 2009

Almarhum Djasa Birawa

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 7:08 am

Ini sekadar kenang2an dr saya terhadap almarhum rekan kita Djasa Birawa.

Saya bukanlah seorang yg sentimental sehingga dalam menghadapi kehilangan seseorang yg cukup banyak berinteraksi dgn saya, tidaklah bisa saya langsung bersedih dan merasa kehilangan. Rasa kehilangan itu lebih terasa manakala saya biasa melakukan sesuatu yg melibatkan interaksi dgn org dimaksud dan kemudian saya baru sadar kebiasaan itu tdk bisa saya lakukan lagi.

Almarhum Djasa sering mengirimkan sms ke saya, dan saya rasa banyak teman2 lain yg juga mendapatkan sms spt ini, yg biasanya berisi nasihat atau pertanyaan atau sekadar menyapa. Sms ini seringkali menyebabkan saya menelpon beliau dan berlangsunglah dialog yg biasanya memakan waktu cukup lama bisa sampai setengah jam bahkan lebih.

Kadang2 saya baru sempat menelpon beliau beberapa waktu kemudian atau sambil saya memikirkan topik yg beliau wacanakan barulah saya menelpon beliau. Hari Rabu sore, saya tiba2 teringat beliau dan rasanya tangan saya hampir bergerak utk menelponnya. Tapi saya kemudian sadar bahwa tadi siangnya saya baru saja ikut menghadiri pemakaman beliau. Saat spt itulah saya baru bisa merasakan ada sesuatu yg hilang dr rutinitas yg biasanya saya lakukan. Ternyata almarhum memang telah menempati salah satu sudut dalam kehidupan saya.

Kalau diliat dr org2 yg sedemikian banyak datang, memang kemungkinan besar beliau telah mewarnai kehidupan banyak orang. Dari yg saya dengar, beliau telah mewarnai hidup teman kuliah, teman kerja atau teman pengajiannya. Beliau juga telah mewarnai kehidupan org yg berpendidikan tinggi, rendah atau sedang2 aja. Beliau juga telah mewarnai org yg namanya telah banyak dikenal org atau yg ingin dikenal banyak org dan bahkan org2 yg mungkin sebagian org tdk ingin kenal.

Beliau juga telah mewarnai kehidupan yg berkecukupan dan berkekurangan. Saya sering mendengar bagaimana beliau membantu ustadz2 yg hidupnya sangat sederhana dan teman2nya yg ekonominya berkekurangan baik utk operasional sehari-hari, krn musibah sakit atau anak yg sekolah.

Sifatnya yg egaliter menyebabkan beliau sama dikenalnya baik di kalangan yg sudah mapan, belum mapan dan mungkin yg susah utk mapan. Beliau spt Umar bin Khattab yg bicara ceplas ceplos baik bicara dgn org kebanyakan atau org kesedikitan (yg sedikit jumlahnya tapi banyak barang titipannya).

Sama spt teman2 yg cukup berinteraksi dgn beliau, saya melihat suatu transformasi seorang manusia yg luar biasa. Bahkan setelah beliau wafat, baru saya sadar pelan2 saya berharap lebih dr beliau. Almarhum merupakan pencari ilmu agama yg sungguh menakjubkan. Saya mendengar dahaganya yg sukar dipuaskan dan sptnya tiada hr tanpa mengaji. Tanpa disadari saya telah berharap dengan tingkat ketekunan, kegigihan, investasi waktu dan sumberdaya lainnya spt saat terakhir beliau ada, maka bisa jadi beliau akan menjadi salah seorang yg punya otoritas dalam ilmu agama.

Yg membuat saya berharap adalah bahwa seorang seperti almarhum yg memiliki pengalaman sedemikian banyak di dunia bisnis akan menjadikan beliau seorang ahli agama yg membumi dgn persoalan2 yg dihadapi masyarakat. Selain itu beliau juga berusaha memahami opini atau persepsi dr org2 yg menurutnya relevan dgn persoalan atau topik yg sedang almarhum coba pahami. Dr perbincangan2 terakhir kami, saya makin menyadari bahwa beliau bukan hanya sedang mendalami ilmu agama secara skolastik tetapi juga mencoba memahami konteks suatu permasalahan, persepsi dr para pelaku atau yg menurut beliau org yg relevan dan ilmu dunia secara umum yg berkaitan dgn permasalahan tsb. Apabila sy mengingat ini, saya menjadi excited dgn prediksi saya sendiri. Tapi sungguh Allah Maha Tahu apa yg terbaik bagi kita. Almarhum telah berpulang mendahului kita. Mungkin besok, lusa atau kapan2 waktu yg tak terduga kita akan menyusul. Saya berdoa agar saya bisa mencontoh apa yg telah beliau
teladani. Selamat tinggal kawan. Suatu saat nanti aku berharap bisa bertemu di tempatmu (yg mungkin lebih baik dr tempatku yg seharusnya nanti). Kami akan selalu mengenangmu.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://imamrasyidi.blogsome.com/2009/02/23/almarhum-djasa-birawa/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King