pemilu yangmembosankan
Saat pencontrengan sudah dekat, sptnya masih banyak yg bingung dgn siapa dan partai apa yg akan dipilih. Banyak yg mengatakan akan golput krn tdk ada politisi yg sedemikian membangkitkan antusiasme. Politisi saat ini hanya membangkitkan apatisme akan kelakuan mereka yg tdk bertanggung jawab terhadap konstituennya. Bahkan capres2 yg ada juga tdk membangkitkan semangat. Rasanya bagi cukup banyak org, pemilu kali ini antiklimaks dr era reformasi yg awalnya menggebu-gebu.
Tapi sy merasa kita mesti berpikir jernih. Memilih dr yg ada, walaupun yg ada mungkin tdk ideal. Sy berharap anda meluangkan waktu utk sedikit berpikir ttg pilihan2 yg tersedia.
Sy sendiri berusaha berpikir utk kepada siapa suara sy ini dimuarakan. Setelah melalui pengamatan amatiran selama 5 thn terakhir dan bertanya kepada teman2 yg bersedia sy ganggu, maka inilah logika yg sy pakai utk melakukan pilihan pada pemilu kali ini.
Sebenarnya ideologi sy adalah Golkar yg menurut saya bersendikan nasionalisme religius dan inklusif. Tapi berhubung Golkar tdk menampakkan kecukupan dari sisi kebersihan etika publik dan juga tdk ada tokoh yg menonjol maka utk saat ini sampai waktu yg tdk bisa ditentukan sy me-rule out Golkar.
Sebelumnya sy mesti katakan bahwa mulanya sy bukanlah penggemar SBY. Tapi sy berusaha objektif dalam menilai pemerintahan SBY ini. Menurut saya, selama lima tahun SBY memerintah, beliau telah cukup optimal dalam me-manage stabilitas politik, ekonomi dan sosial. Dengan perolehan kursi partai demokrat yg demikian kecil, maka sy rasa SBY patut diapresiasi dalam menciptakan stabilitas politik yg cukup baik. Dari sisi ekonomi, di tengah pertumbuhan negatif negara maju, pertumbuhan ekonomi Indonesia yg masih positif sy rasa merupakan prestasi tersendiri. Dari sisi pemberantasan korupsi, walaupun belum memuaskan tetapi sudah ada pejabat pemerintah dan politisi yg dihukum.
Sekarang adakah capres yg lebih baik dr SBY? Sy khawatir rasanya tdk. Silakan anda lakukan analisis sendiri. Dengan kondisi yg ada pada saat thn 2004 SBY terpilih, maka dgn karakter SBY yg spt ini, pencapaian ini sudah optimal. Kekurangan SBY sy rasa adalah kurang kuatnya pemberantasan korupsi yg dilakukan. Sy tahu bahwa kalau SBY berupaya lebih keras memberantas korupsi kemungkinan stabilitas politik akan terganggu yg pada akhirnya akan menyebabkan terganggunya ekonomi.
Kelemahan SBY adalah ketidakmampuannya berbicara langsung kepada masyarakat. SBY bukanlah orator yg baik. Bicaranya lebih mirip eksekutif perusahaan yg sudah mapan. Terukur, terencana, sopan tetapi tdk membangkitkan antusiasme. Diperlukan seorang presiden yg mampu mengajak masyarakat utk ikut mendukungnya melakukan langkah2 berani. Dimanapun di dunia, masyarakat banyak umumnya pragmatis. Seorang pemimpin yg visioner, passionate dan persuasif mampu membangkitkan semangat dan amarah rakyat utk turut menghakimi secara moral para koruptor ini dan membuat para anggota parlemen takut utk bertentangan dgn kebijakan presidennya krn presidennya memiliki dukungan yg kuat dr masyarakat.
Sekarang adakah capres yg memiliki kredibilitas dan elokuensi berbicara spt itu? Sy rasa saat ini kok tdk ada. Maka dgn demikian saya rasa kita stuck dgn SBY. Karena itu maka dengan pertimbangan spt ini pada pemilu ini sampai saat ini pilihan sy akan kembali ke SBY.
Dengan peraturan saat ini dimana partai yg bisa mengajukan capres adalah yg memiliki suara 20% maka mau tdk mau, walaupun sy tdk punya alasan yg lebih baik lagi dr ini, sy mesti mencontreng partai demokrat. Paling tdk utk DPR RI. Utk DPRD I terus terang sy belum ada pilihan. Sedangkan utk DPRD II sy akan memilih seorang ibu dr PKS yg merupakan kenalan istri sy. Beliau telah memperlihatkan kepeduliannya thd masyarakat lemah. Suatu waktu beliau pernah membela anak yatim yg tanahnya bersengketa dgn sebuah developer terkenal.
Saya harap kalau nanti SBY terpilih lagi, beliau akan lebih keras memberantas korupsi. Krn ini adalah cara yg paling jelas dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Silakan liat kasus RRC yg penduduknya milyaran telah mengalami pertumbuhan ekonomi belasan persen selama hampir dua dekade krn mampu memberantas korupsi yg telah menghalangi pertumbuhan ekonomi, mematikan kompetisi dan daya saing, menyebabkan rendahnya kualitas infrastruktur, membuat loyo iklim usaha, mempertinggi pengangguran dan menyebabkan kemiskinan kronis.
SBY juga mesti mulai lebih berani berkata lantang ttg penegakan hukum. Sy harap beliau belajar utk berbicara dgn lebih personal dgn rakyat. Bukan spt seorang CEO kpd stakeholdernya tetapi sebagai teman kepada sahabatnya, sbg pemimpin kepada rakyat yg dikasihinya, sebagai keluarga kepada saudaranya yg dia harus peduli, sebagai prajurit kepada bangsa yg akan dibela sampai tetes darah terakhir, sebagai tetangga yg lingkungannya harus dijaga bersama, sebagai sesama umat beragama yg tdk membiarkan kedzaliman berkuasa, dll.
Sy tahu pasti ada yg tdk sependapat dgn pilihan dan logika berpikir saya. Nggak masalah. Tulisan ini dimaksudkan sebagai trigger saja bagi anda2 utk mau berpikir sedikit serius ttg nasib bangsa ini.