imamrasyidi

March 30, 2009

pemilu yangmembosankan

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 5:59 am

Saat pencontrengan sudah dekat, sptnya masih banyak yg bingung dgn siapa dan partai apa yg akan dipilih. Banyak yg mengatakan akan golput krn tdk ada politisi yg sedemikian membangkitkan antusiasme. Politisi saat ini hanya membangkitkan apatisme akan kelakuan mereka yg tdk bertanggung jawab terhadap konstituennya. Bahkan capres2 yg ada juga tdk membangkitkan semangat. Rasanya bagi cukup banyak org, pemilu kali ini antiklimaks dr era reformasi yg awalnya menggebu-gebu.

Tapi sy merasa kita mesti berpikir jernih. Memilih dr yg ada, walaupun yg ada mungkin tdk ideal. Sy berharap anda meluangkan waktu utk sedikit berpikir ttg pilihan2 yg tersedia.

Sy sendiri berusaha berpikir utk kepada siapa suara sy ini dimuarakan. Setelah melalui pengamatan amatiran selama 5 thn terakhir dan bertanya kepada teman2 yg bersedia sy ganggu, maka inilah logika yg sy pakai utk melakukan pilihan pada pemilu kali ini.

Sebenarnya ideologi sy adalah Golkar yg menurut saya bersendikan nasionalisme religius dan inklusif. Tapi berhubung Golkar tdk menampakkan kecukupan dari sisi kebersihan etika publik dan juga tdk ada tokoh yg menonjol maka utk saat ini sampai waktu yg tdk bisa ditentukan sy me-rule out Golkar.

Sebelumnya sy mesti katakan bahwa mulanya sy bukanlah penggemar SBY. Tapi sy berusaha objektif dalam menilai pemerintahan SBY ini. Menurut saya, selama lima tahun SBY memerintah, beliau telah cukup optimal dalam me-manage stabilitas politik, ekonomi dan sosial. Dengan perolehan kursi partai demokrat yg demikian kecil, maka sy rasa SBY patut diapresiasi dalam menciptakan stabilitas politik yg cukup baik. Dari sisi ekonomi, di tengah pertumbuhan negatif negara maju, pertumbuhan ekonomi Indonesia yg masih positif sy rasa merupakan prestasi tersendiri. Dari sisi pemberantasan korupsi, walaupun belum memuaskan tetapi sudah ada pejabat pemerintah dan politisi yg dihukum.

Sekarang adakah capres yg lebih baik dr SBY? Sy khawatir rasanya tdk. Silakan anda lakukan analisis sendiri. Dengan kondisi yg ada pada saat thn 2004 SBY terpilih, maka dgn karakter SBY yg spt ini, pencapaian ini sudah optimal. Kekurangan SBY sy rasa adalah kurang kuatnya pemberantasan korupsi yg dilakukan. Sy tahu bahwa kalau SBY berupaya lebih keras memberantas korupsi kemungkinan stabilitas politik akan terganggu yg pada akhirnya akan menyebabkan terganggunya ekonomi.

Kelemahan SBY adalah ketidakmampuannya berbicara langsung kepada masyarakat. SBY bukanlah orator yg baik. Bicaranya lebih mirip eksekutif perusahaan yg sudah mapan. Terukur, terencana, sopan tetapi tdk membangkitkan antusiasme. Diperlukan seorang presiden yg mampu mengajak masyarakat utk ikut mendukungnya melakukan langkah2 berani. Dimanapun di dunia, masyarakat banyak umumnya pragmatis. Seorang pemimpin yg visioner, passionate dan persuasif mampu membangkitkan semangat dan amarah rakyat utk turut menghakimi secara moral para koruptor ini dan membuat para anggota parlemen takut utk bertentangan dgn kebijakan presidennya krn presidennya memiliki dukungan yg kuat dr masyarakat.

Sekarang adakah capres yg memiliki kredibilitas dan elokuensi berbicara spt itu? Sy rasa saat ini kok tdk ada. Maka dgn demikian saya rasa kita stuck dgn SBY. Karena itu maka dengan pertimbangan spt ini pada pemilu ini sampai saat ini pilihan sy akan kembali ke SBY.

Dengan peraturan saat ini dimana partai yg bisa mengajukan capres adalah yg memiliki suara 20% maka mau tdk mau, walaupun sy tdk punya alasan yg lebih baik lagi dr ini, sy mesti mencontreng partai demokrat. Paling tdk utk DPR RI. Utk DPRD I terus terang sy belum ada pilihan. Sedangkan utk DPRD II sy akan memilih seorang ibu dr PKS yg merupakan kenalan istri sy. Beliau telah memperlihatkan kepeduliannya thd masyarakat lemah. Suatu waktu beliau pernah membela anak yatim yg tanahnya bersengketa dgn sebuah developer terkenal.

Saya harap kalau nanti SBY terpilih lagi, beliau akan lebih keras memberantas korupsi. Krn ini adalah cara yg paling jelas dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Silakan liat kasus RRC yg penduduknya milyaran telah mengalami pertumbuhan ekonomi belasan persen selama hampir dua dekade krn mampu memberantas korupsi yg telah menghalangi pertumbuhan ekonomi, mematikan kompetisi dan daya saing, menyebabkan rendahnya kualitas infrastruktur, membuat loyo iklim usaha, mempertinggi pengangguran dan menyebabkan kemiskinan kronis.

SBY juga mesti mulai lebih berani berkata lantang ttg penegakan hukum. Sy harap beliau belajar utk berbicara dgn lebih personal dgn rakyat. Bukan spt seorang CEO kpd stakeholdernya tetapi sebagai teman kepada sahabatnya, sbg pemimpin kepada rakyat yg dikasihinya, sebagai keluarga kepada saudaranya yg dia harus peduli, sebagai prajurit kepada bangsa yg akan dibela sampai tetes darah terakhir, sebagai tetangga yg lingkungannya harus dijaga bersama, sebagai sesama umat beragama yg tdk membiarkan kedzaliman berkuasa, dll.

Sy tahu pasti ada yg tdk sependapat dgn pilihan dan logika berpikir saya. Nggak masalah. Tulisan ini dimaksudkan sebagai trigger saja bagi anda2 utk mau berpikir sedikit serius ttg nasib bangsa ini.

March 24, 2009

Hujan

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 4:54 am

I am singing in the rain, just singing in the rain, what a glorious feeling, I am happy again (Jamie Cullum).

Hujan buat orang Jakarta berarti banjir, lampu lalu lintas mati, macet dan jalan berlubang. Buat saya hujan seringkali berarti masa kecil, sawah2 yg hidup lagi, anak2 yg gembira bermain di sawah, orang tua yg bermuka cerah krn sawahnya siap ditanami lagi. Hujan juga bermakna suara kodok yg makin ramai, mencari ikan dan mandi di rawa yg tiba2 airnya jadi melimpah ruah.

Saya rasa tiap orang punya sesuatu yg akan mengingatkannya akan masa kecil. Masa kecil yg indah. Dimana yg ada di kepala cuma main, main dan main. Dan memang benar spt buku Laskar Pelangi, masa kecil yg indah bukanlah semata-mata fungsi dr kemakmuran ortu atau keberlimpahan materi, tetapi lebih kepada lingkungan yg bersahabat, orang dewasa yg penuh cinta kasih, sarana eksplorasi yg tersedia dan teman2 yg fun diajak bermain.

Pada musim hujan memang ada yg menyebalkan yaitu jalan tanah yg jadi becek dan lengket sehinggga sendal yg kita pakai serasa digayuti magnet berkekuatan tinggi dan pakaian yg gampang kotor kena cipratan hujan, tapi sisanya adalah fun utk kami yg hidup di desa yg sawahnya tadah hujan.

Seringkali hujan membuat sy terkenang masa lalu.Di tempat sy tinggal, yg berbatasan dgn kampung yg masih banyak pohonnya dan dengan tanah terlantar krn developernya bangkrut sehingga tanah2 ini menjadi lapangan anak2 bermain sepak bola, apabila hujan rasanya masih terasa nikmat. Tak lama setelah hujan maka suara2 kodok masih cukup ramai bernyanyi. Dan kadang2 kabut turun sekali2 menumpukkan ingatan the good old days.

Bahkan ketika saya sekolah di Bristol Inggris, apabila hujan dan saya ada di kamar asrama, maka sy akan memandang ke jendela. Dengan air yg meluncur di kaca jendela spt air mata kebahagian yg membentuk anak sungai di pipi, seolah-olah tergambar masa kecil berikut sawah, rawa, kodok, ikan dll. Saya dgn sendu akan mengingat org2 terkasih yg telah membuat saya sampai tahap itu.

Di Inggris, sy memiliki pengalaman yg berbeda dgn hujan. Spt org katakan, Inggris adalah negara hujan. Menurut sy curah hujannya jauh lbh tinggi dr Bogor. Walaupun kalau hujan tdk lebat tapi frekwensinya sangat sering.  Berbeda dgn Bogor, kalau kita kena hujan maka kita akan basah kuyup dan mustahil kering kalau tdk anda ganti baju atau pakaian menempel sehari-semalam yg kering krn panas tubuh anda dan angin yg menerbangkan lembab di pakaian tsb.

Di Inggris, udaranya kering sehingga kalau kita kehujanan, sekitar belasan menit pakaian di tubuh anda akan kering dgn sendirinya. Maka kalau sedang berjalan menuju kuliah atau perpustakaan, sy akan santai aja. Malah sy cukup menimati hujan ini. Tdk lama toh pakaian sy akan kering dgn sendirinya.

Karena itu saya rasa saya mengerti kalau Jamie Cullum menyanyikan hujan dgn ceria, apalagi di negara itu hujan tdk menyebabkan kesebalan parah spt di negara kita. Saya bermimpi saya bisa bernyanyi ttg hujan spt Jamie Cullum, tanpa khawatir dianggap tdk sensitif krn tdk ada lagi org yg kebanjiran kalau musim hujan.

March 19, 2009

The Ascetic Life of a Scientist

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 2:30 am

Di Indonesia anak2 didorong ortunya utk mendapatkan nilai tinggi dalam ilmu2 tradisional sekolahnya. Seorang anak yg juara kelas kemungkinan akan mendapatkan nilai terbaik dalam hampir semua mata pelajaran di sekolahnya, dr mulai kesenian, IPS, IPA, bahasa - baik bahasa Indonesia, Inggris atau bahasa daerah, pendidikan kewarganegaraan, matematika dll. Terus terang sy merasa tindakan ortu spt ini hanya akan membuat seorang anak jadi seorang pemecah soal ujian saja drpd menjadi seorang yg berkembang sesuai dgn bakatnya.

Mungkin memang ada anak2 yg berbakat menjadi seorang generalis, yg mampu menguasai banyak bidang. Persoalannya dgn sistem pendidikan di Indonesia yg masih berlandaskan hapalan, bisa jadi yg tercipta adalah seorang penghapal sejati drpd seorang generalis.

Saat ini masih banyak ortu yg mengharapkan anaknya pintar pada mata-pelajaran2 eksakta dan berharap mereka akan terus spt itu sampai ke tingkat perguruan tinggi dan mendapatkan perguruan tinggi yg baik. Menurut istri sy, dr observasi yg dia lihat, dgn cara ini ortu merasa seorang anak akan sukses hidupnya. Sukses artinya secara karir dan materi yaitu dgn menjadi seorang eksekutif, dokter, insinyur dan profesi yg laris setelah reformasi yaitu pengacara.

Saya tadinya tdk menyadari fakta spt ini. Saya menganggap bahwa dengan menekankan ilmu2 eksakta banyak dr para ortu ini yg berharap anak2 ini jadi profesor linglung dalam bidang eksakta. Untungnya tulisan ini dibaca oleh istri sy sehingga sy sadar akan kekeliruan saya. Menurut istri sy, apakah seorang anak mengambil kuliah elektro, sipil, bahkan pertanian, para ortu umumnya berharap anak2 mereka bekerja sebagai eksekutif berdasi dan bergaji tinggi. Jarang sekali yg membayangkan anaknya menjadi seorang profesor dalam bidang elektro, sipil, matematika, fisika dll.

Sy tdk membicarakan hal ini lebih jauh krn saya ingin indulge myself utk membicarakan suatu topik yg telah menjadi perhatian pribadi sy yaitu bagaimana kehidupan seorang ilmuwan yg sedikit banyak sy ketahui krn ini adalah profesi yg sy gagal meraihnya.

Memang bener sih, jadi profesor yg mengabdi dalam bidang kelimuan rasanya tdk akan sementereng jadi eksekutif. Selain juga sedikit yg mengetahui bahwa kehidupan seorang profesor teori ilmu murni adalah kehidupan yg penuh sepi, monoton dan kerja 24 jam sehari.

Newton, Wittgenstein dan Descartes tidak menikah. Einstein menikah tetapi dia bukanlah bapak yg baik. Anaknya yg kedua dari dua anak harus dirawat di rumah sakit jiwa. Anak pertamanya sptnya merasa lebih baik tdk memiliki bapak seorang Einstein. Perkawinan pertamanya berantakan. Sebenarnya Eisntein menikah dgn ilmu fisika drpd dgn seorang wanita. Istri keduanya (dgn istri pertama dia bercerai) sptnya hidup benar2 mengabdi utk merawat seorang Einstein yg sehari-harinya otaknya ada di fisika walaupun wujud fisiknya ada disekitar istrinya.

Menikah dgn ilmuwan sinting spt ini mungkin akan makan ati. Para ilmuwan spt ini menganggap hal lain2 kurang penting bahkan anak dan istrinya. Mereka sedemikian terobsesi dgn problem2 ilmunya bahkan tidurpun bisa jadi sambil mikir, krn itu tdk heran malam2 mereka bisa terbangun dan menemukan solusi dr apa yg mereka pikirkan selama ini.

Org2 spt ini di tengah keramaian bisa jadi sibuk sendiri ngelamun. Atau bisa juga waktu sendirian mereka menemukan solusi dr problem yg mereka pikirkan dan senyum2 sendiri. Saking anehnya org macam ini diceritakan waktu Archimides menemukan persoalan yg dipikirkannya dimana saat itu dia sedang mandi berendam, tiba2 dia berseru gembira dan keluar dr bak mandinya tanpa pakaian sama sekali dan keluar kegirangan spt org kehilangan akal.

Org2 spt ini sangat menyukai pekerjaannya spt Paul Samuelson bilang bahwa bahkan di waktu malam tahun barupun dia bekerja. Bekerja buat mereka sama dgn bermain. Sebenarnya ilmuwan linglung mirip dgn seniman berbakat yg mencintai pekerjaanya.

Org2 ini bisa juga jadi depresi krn mungkin hatinya ngotot ingin bisa memecahkan suatu problem besar sementara otaknya tdk bisa berhenti berpikir. Ini mungkin spt John Nash yg sy tdk menonton filmnya. Ada juga matematikawan lain di abad 19, yg sy lupa namanya, yg juga menjadi gila krn sedemikian terobsesinya dgn problem keilmuan yg dipikirkannya.

Seorang ilmuwan besar jarang sekali merasa gembira spt seorang eksekutif berhasil yg menapak karir secara sukses dan tiap hr bisa melihat pencapaian2nya secara kasat mata. Tapi manakala kebahagian datang (yg amat jarang itu), mereka bisa mengalami ecstacy selama berhari-hari. Suatu rasa bahagia yg sukar dilukiskan.

Sebagai seorang bapak tentu saja sy berharap salah seorang anak sy bisa meneruskan cita2 yg gagal sy raih. Walaupun secara klise sy tdk akan memaksakan kehendak sy terhadap mereka. Tapi terus terang sy juga merasa gamang bahkan seandainya ada anak sy yg benar2 jadi ilmuwan. Kehidupan seorang ilmuwan serius adalah kehidupan yg sepi menekan, asketis, dan antisosial. Kehidupan spt ini memerlukan pasangan yg super, yg tahan diperlukan seolah-olah dirinya invisible, yg mengabdi tanpa minta banyak balasan dan juga mesti luar biasa sabar. Pasangan spt ini sy rasa sangat sukar didapat. Kehidupan akan semakin kompleks dgn lahirnya seorang anak yg tentu saja memerlukan keterlibatan aktif seorang bapak. Tapi kalau dipikir spt ini sy jadi puyeng. Akhirnya terserahlah anak sy nanti, saat ini sih yg penting sy mencoba akomodatif dgn bakat yg mereka perlihatkan. Sebagai bapak sy doakan mereka bahagia dan bisa berguna utk sesamanya.

Jual Diri dan Partai

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 2:29 am

Saat ini partai2 mulai menjual janjinya. Kebanyakan janji2 tsb masih bersifat normatif dan tdk jelas bagaimana cara mencapainya. Kita memang harus maklum dan sabar dgn para politisi ini, yg menjual janji nggak jelas dan tdk spesifik. Walaupun demikian kita masih bisa menilai janji2 normatif itu. Pertama dengan menilai tema besar janjinya, kedua prioritas janji2 tsb. Dengan demikian kalau tema yg dijanjikan dan prioritasnya nggak jelas, apalah pula pada level kebijakan dan pelaksanaanya.

Pada tulisan ini sy ingin urun rembug ttg tema dan prioritas apa yg urgen saat ini, dimana hal ini bisa dipakai utk menilai seorang politisi dan partai. Apakah mereka aspiratif dan memiliki kerangka analisis masalah yg jelas atau sekedar asbun dan modal nekad, popularitas atau duit aja. Tentu saja ini ditulis oleh seorang warga negara yg tdk fokus memikirkan masalah spt ini. Ini ditulis oleh seorang warga negara yg day jobnya pemborong rumah. Dengan demikian kualitas tulisan ini juga harus anda pertanyakan. Dan itu PR anda juga sebagai warga negara utk sedikit meluangkan waktu memikirkan peran anda sebagai bagian dr Indonesia kita.

Inilah menurut sy prioritas masalah yg harus dipecahkan:
1. Pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu
2. Pembentukan aparatur negara yg cakap dan bersih
3. Strategi pangan dan kebutuhan dasar yg lebih tepat
4. Penyediaan infrastruktur yg memadai dan berkualitas
5. Pendidikan yg ekstensif dan berkualitas
6. Penyediaan layanan kesehatan yg menjangkau masyarakat umum.
7. Perpajakan yg adil dan berdaya guna
8. Mengintensifkan peluang ekspor dan daya kompetisi produk.

Marilah kita mulai dr prioritas pertama yaitu ttg pemberantasan korupsi. Menurut saya korupsi di Indonesia adalah the mother of all evil. Korupsi penyebab mahalnya harga barang kebutuhan dasar, perekonomian yg pertumbuhannya medioker, pendidikan yg kurang bermutu, pelayanan kesehatan yg tdk berkeadilan, pengangguran yg susah berkurang, kemiskinan yg sukar diberantas, iklim usaha yg tdk kondusif, daya saing yg rendah dll. Sy bisa dwell on and on bicara ttg ini, persis tukang obat yg bicara seharian membicarakan produknya yg hebat bukan main.

Saya mau tanya kepada anda2, adakah negara yg maju perekonomiannya di dunia ini (bukan di dunia lain) yang korupsinya parah? Ini membuktikan bahwa korupsi telah mematikan daya usaha para entrepreneur, mematikan kreativitas berusaha (dan menyuburkan kreativitas jenis lain) pelaku bisnis dan memberikan imbalan tdk sepadan kepada usahawan yg inovatif dan berani mengambil risiko. Korupsi menyebabkan imbalan melenceng ke arah pelaku bisnis yg tdk kreatif, beorientasi rent seeking dan cuma memikirkan hr ini.

Apabila ada partai atau individu politisi yg tdk menetapkan korupsi sbg problem nomor wahid, sy sarankan kpd anda utk jgn melirik apatah pula mencoblosnya (eh mencontreng). Partai atau politisi ini jelas2 telah kehilangan orientasi.

Yg kedua adalah pembentukan aparatur negara yg cakap dan bersih. Saat ini gaji pegawai negeri mulai terasa layak tapi rasanya secara umum performance dan integritasnya masih harus dinaikkan. Pelayanan2 dlm bidang publik memang membaik spt yg sy alami dalam perpanjangan SIM. Tetapi masih sy lihat ada org yg datang lebih belakangan dr sy tetapi dilayani lebih dulu.

Mentri2 kabinet mesti benar2 dilihat track recordnya. Di bidang ini juga mesti diletakkan lapisan kedua di bawah mentri yg sanggup memotivasi jajarannya dan sanggup menaikkan transparansi proyek2 di bawah tanggung jawabnya. Mentri2 yg membawahi BUMN hrs bisa mempekerjakan profesional yg bersih dan kapabel. Harus diprioritaskan pencegahan korupsi sehingga proyek2 baru bisa lebih efisien dan berdaya guna.

Yg ketiga adalah strategi pangan dan kebutuhan dasar yg lebih tepat Saya pernah membaca
dari majalah the Economist tanggal 14 September 2006 bahwa menurut World Bank harga beras di Indonesia terlalu tinggi dan salah satu factor penyebab kemiskinan: “A report on the subject being prepared by the World Bank argues that artificially high rice prices are much more to blame than the effects of the fuel-price increase. This is because most poor people spend a quarter of their earnings on rice, which has risen in price by more than a third in the past year. Keeping domestic rice prices higher than international prices by severely limiting imports makes little sense, the World Bank argues. It claims that 75% of the poor earn their living from agriculture but that at least 75% of the poor are net rice consumers.”

Keempat adalah penyediaan infrastruktur yg memadai dan berkualitas. Kita baca di koran bagaimana di Kalimantan jalan2 rusak sehingga sukar dilalui oleh mobil pengangkut kebutuhan pokok. Bahkan di kota jalan2 bolong sehingga membahayakan keselamatan dan memperlambat mobilitas kendaraan. Infrastructure is the mother of economic advancement (ini istilah ngawur dr saya, nggak tau bener apa nggak). Kalau infrastruktur jelek, tdk bisa diandalkan bahkan nonexistent, bagaimana bisnis bisa berkembang, masyarakat terlepas dr kemiskinan dan pengangguran bisa menghilang?

Kelima adalah pendidikan yg ekstensif dan berkualitas. Pendidikan adalah jendela dunia. Saat ini dikatakan dana APBN yg dialokasikan utk pendidikan sekitar 20%. Ini berarti ada kemajuan. Tapi kalau kita lihat kualitas pendidikan yg ada rasanya masih jauh dr yg diharapkan.

Keenam adalah penyediaan layanan kesehatan yg menjangkau masyarakat umum. Bisa dilihat sehari-hari bahwa masyarakat kita banyak yg tdk mampu utk berobat. Padahal opportunity cost dr sakitnya seseorang akan menyebabkan produktivitas tenaga kerja menjadi berkurang malah akhirnya membebani keluarganya.

Ketujuh, perpajakan yg adil dan berdaya guna. Tingkat perpajakan spt sekarang menyebabkan efektivitas pemungutan yg belum optimal. Saya berperasaan bahwa semestinya PTKP mesti dinaikkan lagi agar masyarakat bawah bisa menyisakan pendapatannya utk biaya kebutuhan dasar, pendidikan anak2 mereka serta kalau mungkin masih ada sisa utk pensiun. Selain itu band kenaikan rate pajak juga mesti dinaikkan agar pengusaha lemah dan UMKM dapat menyisakan keuntungannya utk pemupukan modal agar dapat membesar dan pada akhirnya membuka lapangan kerja yg lebih luas.

Kedelapan, mengintensifkan peluang ekspor dan daya kompetisi produk. Saya pernah berbincang dgn seorang teman pelaku bisnis, dia mengatakan sangat heran mengapa sukar utk mencari pemasok lokal dr pabriknya padahal bahan baku tersedia banyak di Indonesia. Dia merasa kebijakan pemerintah kurang memberi dukungan utk membesarkan industri dalam negri. Menurutnya juga daya kompetisi produk Indonesia sungguh lemah. Pemerintah bisa berperan dalam hal ini.

Demikianlah urun rembug saya, mudah2an ini bisa sedikit memudahkan anda dalam memilih partai atau politisi yg akan anda coblos (eh contreng).

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King