imamrasyidi

March 24, 2009

Hujan

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 4:54 am

I am singing in the rain, just singing in the rain, what a glorious feeling, I am happy again (Jamie Cullum).

Hujan buat orang Jakarta berarti banjir, lampu lalu lintas mati, macet dan jalan berlubang. Buat saya hujan seringkali berarti masa kecil, sawah2 yg hidup lagi, anak2 yg gembira bermain di sawah, orang tua yg bermuka cerah krn sawahnya siap ditanami lagi. Hujan juga bermakna suara kodok yg makin ramai, mencari ikan dan mandi di rawa yg tiba2 airnya jadi melimpah ruah.

Saya rasa tiap orang punya sesuatu yg akan mengingatkannya akan masa kecil. Masa kecil yg indah. Dimana yg ada di kepala cuma main, main dan main. Dan memang benar spt buku Laskar Pelangi, masa kecil yg indah bukanlah semata-mata fungsi dr kemakmuran ortu atau keberlimpahan materi, tetapi lebih kepada lingkungan yg bersahabat, orang dewasa yg penuh cinta kasih, sarana eksplorasi yg tersedia dan teman2 yg fun diajak bermain.

Pada musim hujan memang ada yg menyebalkan yaitu jalan tanah yg jadi becek dan lengket sehinggga sendal yg kita pakai serasa digayuti magnet berkekuatan tinggi dan pakaian yg gampang kotor kena cipratan hujan, tapi sisanya adalah fun utk kami yg hidup di desa yg sawahnya tadah hujan.

Seringkali hujan membuat sy terkenang masa lalu.Di tempat sy tinggal, yg berbatasan dgn kampung yg masih banyak pohonnya dan dengan tanah terlantar krn developernya bangkrut sehingga tanah2 ini menjadi lapangan anak2 bermain sepak bola, apabila hujan rasanya masih terasa nikmat. Tak lama setelah hujan maka suara2 kodok masih cukup ramai bernyanyi. Dan kadang2 kabut turun sekali2 menumpukkan ingatan the good old days.

Bahkan ketika saya sekolah di Bristol Inggris, apabila hujan dan saya ada di kamar asrama, maka sy akan memandang ke jendela. Dengan air yg meluncur di kaca jendela spt air mata kebahagian yg membentuk anak sungai di pipi, seolah-olah tergambar masa kecil berikut sawah, rawa, kodok, ikan dll. Saya dgn sendu akan mengingat org2 terkasih yg telah membuat saya sampai tahap itu.

Di Inggris, sy memiliki pengalaman yg berbeda dgn hujan. Spt org katakan, Inggris adalah negara hujan. Menurut sy curah hujannya jauh lbh tinggi dr Bogor. Walaupun kalau hujan tdk lebat tapi frekwensinya sangat sering.  Berbeda dgn Bogor, kalau kita kena hujan maka kita akan basah kuyup dan mustahil kering kalau tdk anda ganti baju atau pakaian menempel sehari-semalam yg kering krn panas tubuh anda dan angin yg menerbangkan lembab di pakaian tsb.

Di Inggris, udaranya kering sehingga kalau kita kehujanan, sekitar belasan menit pakaian di tubuh anda akan kering dgn sendirinya. Maka kalau sedang berjalan menuju kuliah atau perpustakaan, sy akan santai aja. Malah sy cukup menimati hujan ini. Tdk lama toh pakaian sy akan kering dgn sendirinya.

Karena itu saya rasa saya mengerti kalau Jamie Cullum menyanyikan hujan dgn ceria, apalagi di negara itu hujan tdk menyebabkan kesebalan parah spt di negara kita. Saya bermimpi saya bisa bernyanyi ttg hujan spt Jamie Cullum, tanpa khawatir dianggap tdk sensitif krn tdk ada lagi org yg kebanjiran kalau musim hujan.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King