imamrasyidi

June 29, 2009

Lebih Cepat Lebih Baik dan Lanjutkan

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 7:20 am

Anda pasti sudah menduga bahwa ini tentang pemilihan capres dan cawapres. Dan saya tidak berpretensi bahwa saya tidak memihak. Tentu saja saya memihak, yaitu memihak yg menurut saya lebih baik dan lebih benar. Yg jelas saya tidak kenal ketiga pasang capres dan cawapres ini, tidak juga akan mendapat proyek kalau salah satu dr ketiganya terpilih. Kalaupun saya ada kepentingan, kepentingan saya adalah kepentingan anda juga yaitu bahwa anak2 kita akan mendapatkan Indonesia yg lebih baik. Bahwa anak siapapun yg memang mampu, bisa jadi presiden, pengusaha besar, ilmuwan pemenang Nobel dll. Kalau anak office man (boy) di kantor saya lebih baik dr anak saya, maka anak tsb bisa jadi presiden di negara ini. Maka dgn cara itu, Indonesia akan mendapatkan kejayaannya, juga keadilan dan kesejahteraan akan jauh meningkat di bumi pertiwi tercinta ini.

Sebagai pengusaha kecil saya juga bermimpi bahwa pemerintah akan memilih utk memberikan proyek kepada mereka yg memang mampu dan efisien dalam biaya. Saya merasa saat ini hanya pengusaha2 yg memiliki kedekatan pribadi dgn para pejabat yg bisa mendapatkan proyek2 pemerintah. Jenis pengusaha yg lain yg sering mendapat proyek adalah pengusaha2 berani, yaitu berani memberikan upeti kepada para pejabat berkepentingan. Dalam iklim spt ini pengusaha2 yg banyak maju adalah pengusaha2 yg tidak kompetitif dan nekad. Saya tidak tahu apakah kita sadar bahwa keadaan spt ini akan membuat bangsa ini terpuruk seumur-umur. Coba liat adakah di dunia ini suatu negara yg maju yg indeks korupsinya parah?

Saya ingin membahas slogan lebih cepat lebih baik (LCLB) yg disodorkan JK. Menurut saya pada masa pemerintahan SBY-JK, pemberantasan korupsi mengalami kemajuan. Sekarang apakah dengan slogan LCLB ini, JK ingin mengatakan bahwa pemberantasan korupsi apabila beliau terpilih juga akan lebih cepat dan lebih baik penanganannya?

Kalau kita lihat dr kampanye2 yg dikeluarkan saya tidak merasa persoalan korupsi diberi ruang yg cukup oleh JK-Wiranto. Kalau SBY-Boediono sungguh jelas, baik SBY maupun Boediono baik bersama-sama ataupun sendiri-sendiri sering membicarakan persoalan ini. Saya juga masih ingat, pada saat pemberantasan korupsi sedang gencar2nya pada tahun2 yg lalu pada pemerintahan SBY-JK dan banyak pejabat terseret KPK, JK berkata bahwa pemberantasan korupsi ini menyebabkan tidak berjalannya proyek pemerintah krn banyak aparat pemerintah tidak mau jadi pimpinan proyek. Perkataan spt ini diucapkan oleh seorang wapres sungguh tidak tepat. Perkataan spt ini menunjukkan sisi pragmatisme dan pandangan jangka pendek yg tidak pantas diucapkan seorang pemimpin. Ini juga menunjukkan bahwa slogan LCLB itu juga bisa berarti asal cepat dan belum tentu lebih baik.

Kalau anda yg tidak sepakat dgn saya dalam masalah pentingnya pemberantasan korupsi bagi kemajuan bangsa ini, memang mungkin kita tidak memiliki concern yg sama. Dan saya terbuka utk berdiskusi dgn siapapun ttg hal ini.

Di lain pihak di sisi yg derajat prioritasnya lebih rendah adalah bahwa semboyan LCLB ini sama dengan mengatakan bahwa JK-Wiranto bergerak dgn pola pikir yg sama tetapi lebih cepat dan lebih baik eksekusinya. Apakah benar demikian? Saya tidak mau mengecilkan peranan JK dalam pemerintahan SBY-JK, tapi marilah kita lihat dengan perspektif yg lebih jelas.

Apakah di pemerintahan SBY-JK keputusan terakhir ada di JK? Apakah kalau SBY tidak mengijinkan, JK tetap bisa mengeksekusi suatu kebijakan. Saya sangat meragukan hal ini. Seorang CEO yg baik akan mendelegasikan hal2 yg bisa dilakukan oleh anak buahnya. Tapi keputusan2 yg berat, yg memerlukan pemikiran lebih strategis, maka sang CEO-lah yg akan turun tangan. Salah satu hal yg saya lihat mencerminkan hal ini adalah kasus perdamaian Aceh. SBY tetap menahan Jendral Endriantono Sutarto tetap menjadi Panglima TNI krn SBY ingin panglima tertinggi ABRI adalah yg mendukung proses perdamaian ini dan bukan seseorang yg selalu mengatakan sikat utk menumpas kehausan akan keadlilan dr masyarakat Aceh.

Motto LCLB lebih pantas kalau dibuat utk semboyan dimana pasangan SBY-JK tidak bercerai dan pada masa berikutnya berikrar utk mengambil keputusan dengan lebih cepat dan dengan efektivitas yg lebih baik. Tentu saja ini dgn asumsi bahwa pasangan ini merasa berhasil pada masa pemerintahannya.

Kalau motto ini dipakai oleh JK dengan pasangan yg berbeda dgn sebelumnya, maka kita mesti bertanya-tanya apakah JK akan memakai pola pengambilan keputusan yg sama tetapi lebih cepat keputusannya dan lebih baik eksekusinya? Apakah mungkin kalau sudah bercerai dgn SBY maka pola pengambilan keputusannya akan sama? Pertanyaan2 ini harus bisa dijawab dgn baik, kalau tidak maka motto ini akan tidak bermakna.

Sebenarnya argumen yg sama bisa dipakai utk mempertanyakan semboyan SBY yaitu Lanjutkan. Kalo pasangannya sudah berbeda apakah semboyan Lanjutkan cukup bermakna? Pertanyaan ini sudah saya jawab utk diri sendiri. Sekarang terserah anda utk memikirkannya, itupun tentu saja bagi mereka2 yg masih mempertimbangkan utk memilih SBY.

Perlu saya sebutkan bahwa saya mulanya tidak memilih SBY waktu pemilihan presiden thn 2004. Saya memilih Wiranto krn saya pikir beliau tidak memakai kesempatan pada saat lemahnya negara ini utk berkuasa pada tahun 1998 lalu. Tetapi dgn berjalannya waktu pemerintahan SBY, saya berusaha objektif dalam menilai pemerintahannya. Dan saya pikir ada beberapa kemajuan yg pantas utk diapresiasi.

Menurut saya, saat inipun saya bukanlah penggemar fanatik SBY. Krn itu saya tidak akan on and on menceritakan kelebihan SBY dibanding capres lainnya. Saat ini kita bukan membandingkan antara iblis dgn malaikat tetapi antara manusia biasa, dimana yg satu lebih baik drpd yg lain dlm satu bidang dan dlm bidang lainnya yg lainnya mungkin lebih baik dr yg satu itu. Saya juga tidak mengenal dgn baik ketiga pasang capres ini sehingga bisa jadi judgment saya salah.

Di lain pihak sy memilih SBY bukan krn santunnya semata dan tidak memilih JK krn tidak menyukai karakternya yg entertaining. Kalau mau yg lebih santun, mungkin seorang ibu yg main di sinetron Bajaj Bajuri yg selalu mengatakan maaf yg dipilih. Sementara kalau mau yg lebih entertaining, saya rasa Komeng lebih lucu dr ketiga pasang capres cawapres yg ada. Tentu anda lebih tau bahwa ada hal yg lebih penting dr hal2 tsb, walaupun memang kesantunan dan ke-entertaining-an bisa menambah menarik penampilan seseorang.

Marilah kita memilih dengan baik, krn dgn cara itu kita masih bisa bermimpi akan indahnya masa datang. Bagi teman2 dan saudara serta kerabat yg memilih berbeda dgn saya, saya harap kita masih bersahabat dan bersaudara. Belum tentu saya benar dan belum tentu anda salah, mungkin saya salah dan mungkin anda benar. Marilah kita sama2 pelihara harapan akan indahnya masa depan.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://imamrasyidi.blogsome.com/2009/06/29/lebih-cepat-lebih-baik-dan-lanjutkan/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King