Obama: Berharap dengan Berkorban (2)
Buku ini sudah lama beredar dan spt biasa versi hardcovernya dulu. Saat ini beli buku dengan versi hardcover rasanya buat saya terlalu mewah. Selain juga awalnya saya tidak terlalu tertarik baca buku ini karena sudah banyak dibicarakan orang. Biasanya saya tidak terlalu tertarik membaca buku yg popular dibaca orang. Rasanya seperti nonton film bisokop yg sebagian ceritanya sudah kita ketahui termasuk juga endingnya. Kecuali tentu saja kalau yang main De Niro dan Dustin Hoffman. Rasanya menonton acting mereka saja merupakan hiburan tersendiri buat saya. Bahkan sering tidak sadar saya pernah menyewa film2 oleh dua actor ini berkali-kali padahal saya sudah menonton film itu sebelumnya. Dan biasanya istri saya yg lebih aware tentang ini dibanding saya, padahal istri saya bukanlah penggemar dua actor ini.
Saya sudah baca buku ttg Obama sebelumnya. Satu dikarang oleh orang Indonesia (tadinya saya kira ini buku terjemahan). Satu lagi dalam bahasa Inggris. Saya juga sudah mengintip di toko buku, buku karangan Obama tentang kehidupannya dari kecil sampai usia muda, yang saya merasa tidak terlalu istimewa sehingga saya tidak tertarik membelinya.
Saya juga baca di koran tulisan2 ttg Obama yg dibuat oleh wartawan Kompas Budiarto Shambazy. Selain juga belakangan Bill Liddle ikut menulis yg menurut saya memang lebih menarik dr sisi pengetahuan politik drpd yg ditulis pak Budi ini.
Saat ini saya relatif memiliki kemampuan lagi untuk membeli buku dibanding beberapa tahun terakhir. Dulu saat saya masih sebagai pegawai, membeli buku adalah kebutuhan, karena saya memang nggak betah kalau nggak ada yang dibaca. Dan pada waktu saya bekerja di perusahaan asing, tiap bulan saya membeli buku dari amazon. Walaupun sedang boke tentu saja hobi tidak bisa menghilang begitu saja tetapi terpaksa beras dan sekolah anak lebih penting drpd hobi membaca.
Saya memang underestimate thd Obama ini. Saya sudah membaca biographi Bill Clinton sebelumnya, yg tebalnya lebih dr dua kali lipat buku karangan Obama ini. Bill Clinton saya rasa merupakan presiden yg bukan hanya politisi yg jago tetapi juga seorang yg memiliki intelektualitas yg sejajar dengan dosen2 di perguruan tinggi terkenal di USA. Saya juga memiliki pandangan yg sama ttg Tony Blair. Walaupun kalau kita pernah tinggal di Inggris, kita akan tau bahwa banyak orang yg jauh lebih pintar dr Mr Blair ini.
Saya pikir Obama tidaklah lebih pintar dr Clinton. Ternyata saya salah. Bisa jadi Obama sedikit lebih pintar dr Clinton. (Paling tidak saya merasa banyak belajar dr Obama dibandingkan dr baca bukunya Clinton, walaupun bisa juga krn Clinton menulis biographi sedangkan Obama menulis pandangan politiknya).
Selain itu Obama mesti punya kelebihan dibanding Clinton, kalau tidak bakalan susah dia menjadi calon presiden dr Demokrat dengan warna kulitnya, namanya yg mirip Osama dan ayahnya yg muslim ateis dan Obama sendiri pernah tinggal di Indonesia pula. Clinton dan Obama memiliki bakat pidato yg hebat. Dua2nya dikenal sebagai orator ulung dengan argumen yg persuasive dan compassionate thd rakyat lemah.
Dua orang ini sebenarnya compromise builder yg cakap. Kalau tidak akan susah meyakinkan rakyat Amerika yg terbelah diantara konservatif dan liberal dan sebenarnya yg paling banyak adalah diantara keduanya. Jadi siapapun dan dari partai apapun calon presiden berasal maka dia harus bisa berada pada spectrum tengah ide politik rakyat Amerika. Kecuali pada kondisi tidak biasa dimana yg berkuasa adalah politisi dr ektrim konservatif.
Tadinya saya menjagokan Hillary Clinton yg juga cerdas spt suaminya tetapi dengan karakter yg bertolak belakang dgn Bill Clinton. Hillary adalah seorang yg serius dan keras. Rupanya tanpa saya sadari sedemikian terkesan dgn Bill Clinton sehingga saya ingin Hillarylah yg menjadi presiden berikutnya. Tadinya saya bertanya-tanya apakah karena saya rasis sehingga lebih menyukai Hillary dibanding Obama. Tapi saya pikir saya menyukai Oprah, Bill Cosby, mantan menlu Amerika yg juga kulitnya hitam yg juga mantan kastaf militer yaitu Collin Powell dan juga menlu yg sekarang Ms Condoleza Rice.
Barulah belakangan saya sadar bahwa saya cukup kagum dgn Bill Clinton yg menurut saya menampilkan Amerika yg lebih bersahabat. Walaupun saya tetep kesel dgn mantan penasihat militernya (saya lupa namanya) yg pernah memberikan konperensi pers yg sedikit menyinggung kondisi Indonesia waktu Presiden Suharto jatuh dr kepresidenan dengan nada yg sptnya condescending.
Dari setelah baca bukunya Obama, saya jadi merasa dia memang mampu jadi presiden USA. Seandainyapun Obama tidak sampai jadi presiden, maka sampai tahap pencalonan dari democrat saja sudah merupakan prestasi untuk orang kulit berwarna yg tadinya paling banter cuma sampe pencalonan rame2.
Apabila diperbandingkan, Obama saya pikir, pemahamannya ttg rakyat kecil lebih karena kecerdasan pemahamannya thd human nature dibandingkan sifat compassionatenya. Sedangkan utk Clinton, saya rasa compassionatenya lebih drpd kecerdasannya thd persoalan rakyat kecil ini. Walaupun bedanya sangat tipis, krn dua orang ini bukanlah berasal dr kelas atas di USA sana. Clinton beribu seorang juru rawat. Obama malah pernah tinggal di Jakarta dan merasakan main2 di jalan di Jakarta.
Saya harap Obama terpilih. Ini merupakan tonggak baru dalam sejarah presidensi USA. Negara2 berkembang dan negara muslim saya rasa akan lebih baik kalau presidennya Obama disbanding dgn McCain yg konservatif dan biasanya main hantam aja.